Rabu, 12/09/2012 14:07 WIB
Australia ajukan UU pelarangan pukat harimau
Pemerintah Australia saat ini tengah memperjuangkan rancangan UU yang akan melarang kapal ikan jenis pukat harimau besar untuk beroperasi di wilayah perairannya.
Upaya ini tidak mudah karena kelompok oposisi telah mengatakan akan menentang upaya pemerintah untuk menggolkan aturan itu menjadi undang-undang.
Rancangan aturan perundangan itu sendiri mulai dimajukan pada hari Selasa (11/09) dan bertujuan untuk menghentikan operasi kapal penangkap ikan selama kurang lebih dua tahun.
Selama periode itu pula penelitian tentang keberadaan potensi ikan di perairan Australia akan dikaji lagi.
Sejumlah kalangan seperti nelayan dan kelompok pencinta lingkungan khawatir kapal jenis pukat harimau dalam operasinya akan menggerus ikan di sejumlah perairan Australia.
Sejauh ini kekhawatiran tersebut telah ditepis oleh otoritas yang mengatur penangkapan ikan di perairan Australia.
Mereka mengatakan operasi penangkapan ikan telah diawasi dan diatur lewat sejumlah aturan.
"Manajemen penangkapan ikan akan memastikan bahwa semua proses penangkapan telah diatur dan bisa dilakukan secara berkelanjutan," kata Otoritas Pengelolaan Penangkapan Ikan Australia, AFMA.
Kelompok Oposisi mengatakan jika disahkan undang-undang itu akan menjadi semacam kuda troya karena akan memiliki dampak sosial yang luas jika kegiatan penangkapan ikan dibatasi.
"Undang-undang itu nantinya akan membolehkan kementerian tersebut untuk melarang berbagai kegiatan penangkapan ikan seperti memancing untuk rekreasi dan pemancingan komersial dan keputusan ini mempunyai dampak sosial," kata anggota parlemen dari kelompok oposisi, Christopher Pyne.
Bagi nelayan dan pegiat lingkungan kehadiran kapal penangkapan ikan jenis pukat harimau besar memiliki dampak terhadap ketersediaan ikan selain itu jaring besar yang digunakan kapal pukat besar juga kerap ikut menjaring kehidupan laut lainnya dan dikhawatirkan akan berdampak pada ekosistem laut yang ada.
Menteri Lingkungan Hidup Australia, Tony Burke mengatakan meski dampak keberadaan kapal pukat harimau besar terhadap lingkungan masih diperdebatkan namun pemerintah lebih memilih untuk bersikap hati-hati dalam menjaga lingkungan.
"Jika kita salah dalam menyikapi ini maka akan ada resiko terhadap lingkungan, terhadap perusahaan penangkapan ikan dan juga mereka yang suka dengan kegiatan memancing dan saya tidak siap dengan resiko-resiko itu," kata Burke.
(bbc/bbc)
Upaya ini tidak mudah karena kelompok oposisi telah mengatakan akan menentang upaya pemerintah untuk menggolkan aturan itu menjadi undang-undang.
Rancangan aturan perundangan itu sendiri mulai dimajukan pada hari Selasa (11/09) dan bertujuan untuk menghentikan operasi kapal penangkap ikan selama kurang lebih dua tahun.
Selama periode itu pula penelitian tentang keberadaan potensi ikan di perairan Australia akan dikaji lagi.
Sejumlah kalangan seperti nelayan dan kelompok pencinta lingkungan khawatir kapal jenis pukat harimau dalam operasinya akan menggerus ikan di sejumlah perairan Australia.
Sejauh ini kekhawatiran tersebut telah ditepis oleh otoritas yang mengatur penangkapan ikan di perairan Australia.
Mereka mengatakan operasi penangkapan ikan telah diawasi dan diatur lewat sejumlah aturan.
"Manajemen penangkapan ikan akan memastikan bahwa semua proses penangkapan telah diatur dan bisa dilakukan secara berkelanjutan," kata Otoritas Pengelolaan Penangkapan Ikan Australia, AFMA.
Sikap hati-hati
Menteri Lingkungan Hidup Australia Tony Burke yang mengajukan rancangan undang-undang tersebut saat ini tengah mencari dukungan dari anggota parlemen independen dalam proses voting yang akan dilakukan oleh parlemen untuk menolak atau mendukung aturan itu.Kelompok Oposisi mengatakan jika disahkan undang-undang itu akan menjadi semacam kuda troya karena akan memiliki dampak sosial yang luas jika kegiatan penangkapan ikan dibatasi.
"Undang-undang itu nantinya akan membolehkan kementerian tersebut untuk melarang berbagai kegiatan penangkapan ikan seperti memancing untuk rekreasi dan pemancingan komersial dan keputusan ini mempunyai dampak sosial," kata anggota parlemen dari kelompok oposisi, Christopher Pyne.
Bagi nelayan dan pegiat lingkungan kehadiran kapal penangkapan ikan jenis pukat harimau besar memiliki dampak terhadap ketersediaan ikan selain itu jaring besar yang digunakan kapal pukat besar juga kerap ikut menjaring kehidupan laut lainnya dan dikhawatirkan akan berdampak pada ekosistem laut yang ada.
Menteri Lingkungan Hidup Australia, Tony Burke mengatakan meski dampak keberadaan kapal pukat harimau besar terhadap lingkungan masih diperdebatkan namun pemerintah lebih memilih untuk bersikap hati-hati dalam menjaga lingkungan.
"Jika kita salah dalam menyikapi ini maka akan ada resiko terhadap lingkungan, terhadap perusahaan penangkapan ikan dan juga mereka yang suka dengan kegiatan memancing dan saya tidak siap dengan resiko-resiko itu," kata Burke.
(bbc/bbc)
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 13:27 WIB
500 Benda Seni Dicuri Tak Ketahuan Rimbanya Pasca Sang Kolektor Mangkat
-
Minggu, 19/05/2013 13:24 WIB
Ayah Wamenlu Suriah Diculik
-
Minggu, 19/05/2013 10:37 WIB
Politisi perempuan pakistan ditembak
-
Sabtu, 18/05/2013 23:06 WIB
Perempuan Saudi taklukkan puncak Everest
-
Sabtu, 18/05/2013 18:04 WIB
Taiwan tarik penyelidik dari Filipina
-
Senin, 20/05/2013 05:43 WIB
Polisi Tangkap Pelaku Penganiayaan Anggota Narkoba Mabes Polri
-
Senin, 20/05/2013 04:56 WIB
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
-
Senin, 20/05/2013 03:42 WIB
Ini Pengakuan Komandan Milisi yang Memakan Jantung Tentara Suriah
-
Senin, 20/05/2013 06:21 WIB
Hindari Jalan di Depan Trisakti Grogol dan Indosiar, Masih Terendam Banjir
-
Senin, 20/05/2013 06:10 WIB
13 Korban Tewas Runtuhan Tambang Freeport Papua Berhasil Dievakuasi
-
Senin, 20/05/2013 04:11 WIB
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
-
Senin, 20/05/2013 03:36 WIB
Diduga Mengantuk, Nissan X-Trail Kecelakaan di Tol Dalam Kota
-
Senin, 20/05/2013 03:00 WIB
Kehabisan Bensin, Pencuri Motor Dibekuk Polisi Usai Beraksi
-
347 Komentar
-
232 Komentar
-
228 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
208 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 18:02 WIB
Polda Metro Resmi Menahan WN Nepal Penabrak Warga Hingga Tewas
-
Minggu, 19/05/2013 17:28 WIB
Aiptu Labora Dijerat Pasal Pencucian Uang dan Undang-Undang Kehutanan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.

