Rabu, 12/09/2012 08:54 WIB
Ditangkap Satu Muncul Seribu
Sejak tahun 2002, tetangga di sekitar rumah itu sering mendengar lantunan lagu berbahasa Indonesia dan Jawa. Awalnya, tak jelas lirik lagu itu di telinga.
Agus Imam Solichin meninggali rumah itu. Rumah itu dikontraknya dari seseorang bernama Riki Alamsyah. Beberapa orang, sekitar 30-40 orang, memang sering berkumpul di rumah itu, dari mulut merekalah lantunan lagu itu terdengar.
Tahun 2008, lantunan itu mulai mengganggu. Warga mengaku cukup tak asing dengan lantunan lagu yang terdengar. Salah satu lagu yang diingatnya berjudul “Cucak Rowo”.
***
Tulisan lengkap Ditangkap Satu Muncul Seribu bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 41, 10 September 2012). Edisi ini mengupas tuntas maraknya aliran sesat dengan tema ‘Awas Imam Mahdi Palsu’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Di Balik Air Mata Angie’ Internasional ‘Duri Berjudul No Easy Day’, rubrik gaya hidup ‘Angkat Tumor Otak dengan Blue Ray’ berita komik ‘Mbah Wiji yang Malang’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Red Lights’, WKWKWK ‘Jokowi Ditegur Mega Gara-gara Makin Kurus’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.
Jangan lewatkan juga edisi khusus majalah detik Bom Depok untuk Siapa.
Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!
(iy/iy)
Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru
Indeks Laporan Khusus ยป
-
Jumat, 17/05/2013 09:59 WIB
Mobil Mewah Partai Dakwah
-
Kamis, 16/05/2013 09:09 WIB
Nasib Penerima Hadiah Fathanah
-
Rabu, 15/05/2013 06:40 WIB
Sehari Bisa 3 Kali Ganti Perempuan
-
Selasa, 14/05/2013 15:00 WIB
Malaikat Hitam di Partai Dakwah
-
Selasa, 14/05/2013 06:13 WIB
Teka-teki Bookingan Ayu Azhari
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 11:09 WIB
Menghilang Berbulan-bulan, Milyuner AS Diduga Disekap Pengacaranya
-
Senin, 20/05/2013 09:40 WIB
Perempuan Fathanah, Tri Kurnia Puspita Hadir di KPK
-
Senin, 20/05/2013 11:45 WIB
Tri Kurnia Puspita Sambangi KPK
-
Senin, 20/05/2013 11:24 WIB
Fahri Hamzah Bantah PKS Terima Dana dari Ahmad Fathanah
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:18 WIB
2 Agen Khusus FBI Tewas di Virginia
-
Senin, 20/05/2013 10:00 WIB
Sosok Darin Mumtazah Pelajar yang Diperiksa Terkait Luthfi Masih Misterius
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

