Rabu, 12/09/2012 08:23 WIB

Parpol Menengah Didorong Munculkan Capres Alternatif

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Parpol menengah didorong memunculkan capres alternatif. Kalau tidak ada capres alternatif, maka Pemilu 2014 hanya dipenuhi capres itu-itu saja.

PKS sudah membuka munculnya wacana capres alternatif dengan mendorong presiden partainya. Kalau kemauan politik parpol tidak berubah maka Pilpres 2014 hanya akan menyodorkan capres dalam jumlah yang terbatas.

"Karena itu penting untuk mendorong partai-partai mau menawarkan capres yang lebih beragam, sehingga masyarakat mempunyai banyak pilihan," jelas Direktur Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Rabu (12/9/2012).

Peluang munculnya capres alternatif, lanjut Qodari, akan otomatis terbuka kalau setiap parpol bisa mengusung capres sendiri. Karena itu, menurut Qodari, akan lebih baik jika ambang batas pengusulan capres (Presidential Threshold) disamakan dengan besaran ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold).

"Sehingga parpol yang bisa lolos ke parlemen, secara otomatis bisa mengusung capres sendiri," ungkapnya.

Menurut Qodari, jumlah capres alternatif yang banyak tidaklah masalah. Setiap partai bisa mengusung capres sendiri-sendiri, mereka akan mengusung capres yang benar-benar punya kualifikasi yang bagus.

"Kalau selama ini pencapresan selalu didominasi oleh ketua umum ataupun orang-orang yang berkuasa di partai, maka pola ini akan berubah. Mereka akan mengedepankan calon yang benar-benar diinginkan masyarakat. Bisa saja yang diusung bukan ketua umumnya, atau bahkan justru yang diusung figur di luar partai," terangnya.

(van/fiq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel