Detik.com News
Detik.com
Rabu, 12/09/2012 07:56 WIB

Terkait Penemuan Granat, Polda Sulselbar Perketat Pengamanan

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jakarta - Terkait penemuan paket granat berisi pesan teror yang ditujukan untuk bandara dan kantor polisi di Kabupaten Maros, Senin (10/9) lalu, pihak Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (Polda Sulselbar) semakin meningkatkan penjagaannya di beberapa obyek vital, seperti bandara, pelabuhan dan daerah perkantoran.

"Terkait penemuan granat tersebut, kami semakin meningkatkan pengamanan di obyek-obyek vital dan rutin menggelar patroli, termasuk menjalin kemitraan dengan pihak-pihak terkait," ujar Kabid Humas Polda Sulselbar, Kombes Chevy Ahmad, saat dihubungi detikcom, Rabu (12/9/2012).

Selain itu pula, pihak Polda Sulselbar mengimbau agar setiap warga ikut mewaspadai kemungkinan-kemungkinan terjadinya tindakan terorisme di wilayahnya.

"Warga harus waspada di lingkungannya, terutama bila ada warga baru datang, harus diketahui asal-usulnya dan dilaporkan ke pihak kelurahan," terang Chevy.

Sementara itu, granat nanas buatan Pindad dengan kode GT-5P-2 ditemukan Ramli (29 tahun), warga Kec. Lau, Kab. Maros, pada Senin sekitar pukul 22.00 Wita, di pekarangan rumahnya. Granat tersebut dibungkus dengan kantong plastik hitam dan dikemas dalam kotak kemasan handphone.

Hingga saat ini barang bukti granat tersebut masih diamankan oleh pihak intelijen Kodam VII Wirabuana dan belum diserahkan penyelidikannya ke pihak kepolisian.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%