detikcom
Rabu, 12/09/2012 06:39 WIB

KPK: Jalur Diplomatik Terlalu Birokratis untuk Tangkap Koruptor di LN

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jakarta - Komisi Pemberantaan Korupsi (KPK) menyebut jalur diplomatik dan Mutual Legal Assistance (MLA) tidak terlalu efektif untuk menangkap dan mengembalikan aset koruptor yang berada di luar negeri. Alasannya, karena jalur tersebut terlalu birokratis dan lama.

"Walau juga bisa melalui saluran diplomatik dan MLA, tapi terlalu kompleks, birokratis, dan lama," kata Abraham Samad dalam sela pertemuan 8th Meeting of Parties South East Asia Parties Against Corruption (SEAPAC), dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (12/9/2012).

Menurut Samad, SEAPAC mempunyai peranan penting dan utama untuk Indonesia. "Terutama untuk pemberantasan korupsi lintas negara," kata Samad.

Sementara mekanisme MLA, menurut Samad, akan lebih efektif sebagai kesepakatan untuk penangkapan dan percepatan pemulangan buronan. Samad mengatakan pertukaran informasi lebih mudah dilakukan di forum seperti SEAPAC.

"Pertukaran informasi lebih mudah dilakukan di forum seperti SEAPAC," ucapnya.

(fiq/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel