Rabu, 12/09/2012 06:15 WIB
Jalur Diplomatik Tidak Cukup Tangani Korupsi
Jalur diplomatik yang sering digunakan untuk menangani kejahatan korupsi disebut tidak cukup efektif, termasuk untuk mengejar pelaku dan aset yang dilarikannya ke luar negeri.
"Skema MLA (mutual legal assistance) dan ekstradisi hanya bisa melalui komitmen antar-Pemerintah," kata Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto, saat membuka The 8th Meeting of Parties South East Asia Parties Against Corruption (SEAPAC), dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (12/9/2012).
Menurut Djoko, MLA adalah skema kesepakatan antara dua negara. "Hanya bisa dilakukan satu negara (berhadapan) dengan satu negara, tak bisa diberlakukan ke semua negara pihak," kata dia.
Namun Djoko menyebutkan, ketidakefektif itu bukan berarti skema MLA dihentikan. Hanya saja, kata Djoko, MLA dihadapkan pada keharusan setiap pihak memperhatikan prosedur hukum, aturan, dan peraturan perundangan di negara yang menjadi mitra kesepakatan.
"Tak bisa sepihak maunya kita seperti apa," ujarnya. Djoko mengatakan MLA juga menuntut kelihaian negosiasi. Belum lagi harus berhadapan dengan pengacara koruptor.
Kalaupun MLA pada beberapa kasus baru dapat membekukan aset hasil korupsi, menurut Djoko tetap harus dilihat sebagai rangkaian upaya pelacakan dan pemulangan pelaku maupun aset itu.
"Tim dari Kementerian Hukum dan HAM tetap jalan dengan skema MLA ini," ujar Djoko.
(fiq/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Parah! Bercerai dari Istri, Pria Ini Berhubungan Seks dengan Babi
2,036 share this. -
Golkar: Pak Harto Banyak Meninggalkan Pengagum di Indonesia
558 share this. -
Makan di Pendopo Sipanji Banyumas, Megawati Cerita Kondisi Indonesia
542 share this. -
Wakil Ketua Komisi IX: Freeport Lakukan Pengabaian Keselamatan Pekerja
463 share this. -
Hakim Tidak </i>Upload</i> Putusan di <i>Website</i> Terancam Dimutasi
445 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 22/05/2013 23:31 WIB
Masih Banyak Sampah, Wali Kota Jakbar: Suku Dinas Harus Segera Bersihkan
-
Rabu, 22/05/2013 23:01 WIB
Kunjungi Rumah di Kebon Nanas, Ibunda Bungkam Soal Keberadaan Darin
-
Rabu, 22/05/2013 22:35 WIB
Selain Langgar HAM, Jaksa Juga Kriminalisasikan Kontrak Perdata Chevron
-
Rabu, 22/05/2013 22:15 WIB
Polisi Lacak Pelaku Pemukulan Terhadap Wartawan Sindo TV
-
Rabu, 22/05/2013 21:58 WIB
Lebih dari 6 Jam Listrik di Pekanbaru Padam
-
Rabu, 22/05/2013 21:48 WIB
Darin Mumtazah Juga Tak Ada di Rumah di Kebon Nanas
-
Rabu, 22/05/2013 21:58 WIB
Anggota Brimob Ditangkap BNN Jateng
-
Rabu, 22/05/2013 23:22 WIB
Kunjungi Rumah di Kebon Nanas, Ibunda Bungkam Soal Keberadaan Darin
-
Rabu, 22/05/2013 22:15 WIB
Polisi Lacak Pelaku Pemukulan Terhadap Wartawan Sindo TV
-
Rabu, 22/05/2013 20:53 WIB
Dipukuli Saat Meliput Demo, Wartawan Sindo TV Polisikan Mahasiswa Trisakti
-
Rabu, 22/05/2013 22:35 WIB
Selain Langgar HAM, Jaksa Juga Kriminalisasikan Kontrak Perdata Chevron
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Polisi Tetapkan Wabup Bogor Tersangka Video Porno, Diperiksa Kamis Besok
-
Rabu, 22/05/2013 19:21 WIB
Kepsek: Siswa Berani Ambil Risiko Saat Selamatkan Korban Perkosaan
-
531 Komentar
-
362 Komentar
-
240 Komentar
-
229 Komentar
-
217 Komentar
-
213 Komentar
-
211 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB
Sohibul Iman Dukung Tifatul: Tak Ada Keputusan PKS Keluar dari Koalisi
-
Rabu, 22/05/2013 15:48 WIB
Gagalkan Upaya Perkosaan, 3 Siswa SMP di Bogor Dipuji Pihak Sekolah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
