Selasa, 11/09/2012 08:38 WIB

Menguak Kematian Kartosoewirjo

Anak Kartosoewirjo ke Pulau Ubi, Berharap Makam Ayahnya Telah Dipindah

Arifin Asydhad - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sardjono di Pulau Ubi (foto: Rasyid/detikcom)
Jakarta - Perasaan Sardjono, putra Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo, bercampur aduk ketika dirinya mendatangi Pulau Ubi, pulau tempat ayahnya ditembak mati dan dimakamkan. Dia sedih karena pulau itu telah tenggelam. Namun dia senang karena keinginannya datang ke Pulau Ubi bisa terpenuhi. Dia berharap makam ayahnya telah dipindah ke tempat lain.

Sardjono mengunjungi Pulau Ubi bersama detikcom pada Senin (10/9/2012) kemarin. Selama ini, Sardjono dan keluarganya tidak pernah mendatangi Pulau Ubi, karena yang mereka tahu ayahnya ditembak mati dan dimakamkan di Pulau Onrust atau yang dikenal dengan Pulau Kapal.

Tidak ada penjelasan sama sekali dari pemerintah atau siapa pun yang lebih detil selama ini kepada Sardjono dan keluarganya di mana sebetulnya ayahnya dieksekusi dan dimakamkan. Keluarga berkali-kali menanyakan kepada pemerintah dan selalu dijawab hanya dengan jawaban yang tidak memuaskan: Kartosoewirjo ditembak mati dan dimakamkan di sebuah pulau di Kepulauan Seribu.

Perjalanan Sardjono dan keluarganya mencari makam Kartosoewirjo sudah dilakukan sejak dulu. Sampai akhirnya Sardjono dan keluarganya mengetahui dari kawan-kawannya bahwa di Pulau Onrust ada dua makam yang ditulis 'Makam Keramat' yang salah satunya ada keterangan 'tokoh DI/TII' yang ditembak mati pada tahun 1964. Karena tidak ada informasi yang memadai, Sardjono dan keluarga mempercayai bahwa salah satu dari dua makam keramat itu adalah makam ayahnya.

"Saya sudah beberapa kali ziarah ke makam bapak di Pulau Onrust. Biasanya saya lakukan setelah Idul Fitri. Tapi, Idul Fitri tahun ini saya belum ke sini lagi," kata Sardjono kepada detikcom saat tiba di Pulau Onrust setelah menyaksikan sudah tenggelamnya Pulau Ubi.

Sejatinya, selama ini Sardjono dan keluarga masih meragukan bahwa ayahnya dimakamkan di Pulau Onrust, karena memang informasi yang beredar masih simpang siur. Sampai kemudian muncul foto-foto eksklusif mengenai proses eksekusi mati Kartosoewirjo yang diperlihatkan politisi Gerindra yang juga kolektor benda-benda bersejarah, Fadli Zon, kepada dirinya.

"Foto-foto itu asli. Saya bisa melihat keaslian foto-foto itu. Salah satunya dari bentuk kertas yang tidak halus dan potongan foto yang memperlihatkan bahwa foto itu dipotong dengan alat pemotong kertas foto sekitar tahun 1960," kata Sardjono yang kini berusia 55 tahun. Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asy/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%