Senin, 10/09/2012 14:16 WIB

Ahli Syariah: Nikah Siri Otong 'Lelaki 37 Istri' Sah Tapi dengan Catatan

Andi Saputra - detikNews
Otong Gunawan (rachman/detikcom)
Jakarta - Otong Gunawan (64) mengaku menikah 37 kali sejak usia 25 tahun. Menurut ahli hukum Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta, Dr Nurul Irfan pernikahan tersebut sah secara agama Islam tetapi dengan berbagai catatan.

"Pernihakan Otong sah tapi dengan catatan," kata Nurul saat berbincang dengan detikcom, Senin (10/9/2012).

Menurut ahli dalam kasus Machicha Mochtar di Mahkamah Konstitusi (MK) ini, catatan pertama jika pernikahan siri tersebut memenuhi seluruh syarat. Catatan kedua, Otong dalam satu waktu tidak menikah dengan 4 perempuan sekaligus.

"Jika dalam satu waktu dia punya istri 5 atau lebih, maka yang kelima dan selebihnya adalah zina," ujar pria yang akan mengeluarkan buku 'Nasab dan Status Anak dalam Hukum Islam' awal bulan depan ini.

Nah, untuk menghindari adanya zina, maka caranya yaitu salah satu istri harus dicerai terlebih dahulu sebelum menikahi istri kelima. Sehingga dalam satu waktu maka sitrinya tetap jumlahnya yaitu 4 orang.

"Istilahnya tambal sulam. Tapi ini secara syariah tetap sah," beber Irfan.

Hal ini sesuai dengan ajaran Islam yang tertuang dalam surat Annisa yaitu maksimal menikah dengan 4 perempuan asalkan adil. Salah satu sebab turunnya ayat ini yaitu pada masa itu merupakan masa peperangan sehingga banyak istri yang menjadi janda karena suaminya meninggal di medan laga.

"Dalam hukum Islam, ada yang bersifat tekstual dan berlaku umum. Ayat terkait harus dipahami secara teks meskipun asbabun nuzul -- sebab-sebab turunnya ayat -- seperti itu," ujar Irfan.

Saat ini Otong mempunyai istri sah satu orang bernama Wani dan dikarunia 5 anak. Selain itu dia mempunyai 2 istri yang dinikahi siri dengan masing-masing memberikan 1 anak. Cucunya kini 10 orang.

Selain ketiga istri tersebut, dia sempat mengawini 35 perempuan lain dengan umur pernikahan 2 bulan hingga 2 tahun. Otong yang merupakan pedagang obat kuat di Pasar Induk Beras Cipinang mengaku sudah tidak ingat lagi nama-nama mantan istrinya tersebut. Saat ini dia berhenti melakukan aktivitas seksual karena terkena diabetes.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asp/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%