detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:50 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 10/09/2012 10:36 WIB

5 Fakta Tentang Scientology

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 6 Next »
Lambang Scientology sebelah kanan
Jakarta - Di mana ada berita Tom Cruise, Scientology selalu disebut. Bahkan aliran kepercayaan itu disebut-sebut sebagai penyebab perceraian Tom dengan istrinya, Katie Holmes. Sebenarnya apa itu Scientology?

Menurut keterangan dari situs resmi mereka, istilah Scientology sendiri memiliki pengertian: agama yang menawarkan jalur yang tepat kepada pemahaman yang lengkap dan jelas tentang kondisi spiritual seseorang dan hubungan seseorang dengan dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, umat manusia, segala jenis bentuk kehidupan, alam semesta yang nyata, alam semesta roh dan yang Maha Tinggi.

Jika dipahami, aliran ini sebenarnya agak sedikit rumit. Secara singkat, Scientology berarti 'mengetahui bagaimana untuk tahu' (knowing how to know). Jika diperdalam lagi, Scientology berasal dari dua kata, yakni 'scio' dari bahasa Latin yang berarti 'mengetahui' dan 'logos' dari bahasa Yunani yang berarti 'ilmu'.

Aliran ini lahir di Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1954 silam dan kemudian berkembang pesat selama beberapa dekade. Banyak tokoh-tokoh penting yang dikabarkan menganut aliran kepercayaan ini. Namun sebenarnya apa inti ajaran dari aliran Scientology sehingga memicu pro dan kontra sejumlah pihak?

Berikut 5 fakta tentang Scientology yang detikcom rangkum dari website Scientology, Daily Mail, dan Radar Online, Senin (10/9/2012):

Next page :
Asal-usul Scientology


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%