detikcom
Senin, 10/09/2012 08:56 WIB

Jadi Imam Mahdi Karena Wangsit Istri

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Muhammad Syahbudin alias Abud kini terpaksa mengungsi. Pria berusia 55 tahun itu kini harus meninggalkan kampung halamannya di RT 01, RW 01 No. 81, Kampung Leuwimalang, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Abud diusir warga pada 29 Agustus 2012, karena mengaku sebagai Imam Mahdi alias sang juru selamat, seorang pemimpin yang membawa umatnya pada kebenaran dan kemakmuran.

Sampai saat ini Abud tetap dengan keyakinannya. Ia tetap merasa sebagai Imam Mahdi. Sekalipun di hadapan Muspika Kabupaten Bogor, ia sudah menandatangani surat pernyataan tobat.

“Sulit bagi saya untuk menghilangkan keyakinan itu. Lagi pula yang saya tanda tangani adalah perjanjian untuk tidak menyebarkan ajaran kepada warga,” ujar Abud kepada majalah detik, Selasa 4 September 2012.

***

Tulisan lengkap Jadi Imam Mahdi Karena Wangsit Istri bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 41, 10 September 2012). Edisi ini mengupas tuntas maraknya aliran sesat dengan tema ‘Awas Imam Mahdi Palsu’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Di Balik Air Mata Angie’ Internasional ‘Duri Berjudul No Easy Day’, rubrik gaya hidup ‘Angkat Tumor Otak dengan Blue Ray’ berita komik ‘Mbah Wiji yang Malang’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Red Lights’, WKWKWK ‘Jokowi Ditegur Mega Gara-gara Makin Kurus’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Jangan lewatkan juga edisi khusus majalah detik Bom Depok untuk Siapa.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(iy/iy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%