detikcom
Minggu, 09/09/2012 15:35 WIB

Ada Acara Haornas, Menpora Tak Dampingi Wapres Tinjau PON XIII

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Ilustrasi/Setpres
Pekanbaru - Wakil Presiden Boediono meninjau kesiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasiona (PON) XVIII di Pekanbaru, Riau. Tidak terlihat Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng yang ikut mendampingi.

Dalam rundown acara kunjungan Boediono di Pekanbaru, Minggu (9/9/2012) sedianya Boediono ditemani oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono dan Menpora Andi Mallarangeng. Namun hingga meninggalkan Riau sekitar pukul 12.30 WIB, Andi tidak terlihat menemani Boediono.

Nama Andi tertulis di rundown acara dengan tanda bintang yang berarti akan bertemu dengan Boediono di Riau.

Wartawan sempat menanyakan ketidakhadiran Andi kepada Agung Laksono. Menurut Agung, ketidakhadiran Andi dikarenakan harus mengikuti acara Hari Olahraga Nasional (Haornas) di Kemenpora yang juga bertepatan dengan hari ini.

"Andi menghadiri acara peringatan Hari Olahraga Nasional jadi tidak bisa ikut karena ada pemberian penghargaan," kata Agung.

Pada kunjungan itu, Boediono meminta semua pihak untuk tidak saling menyalahkan mengenai PON XVIII yang terkesan tidak siap penyelenggaraannya.

"Kalau memang ada kendala harus sama mengatasi, jangan saling menyalahkan," ujar Boediono di Lanud TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Boediono meminta semua pihak untuk menuntaskan semua kendala dalam pelaksanaan PON XVIII.

"Jangan sampai semangatnya tertuju pada kekurangannya. Semangatnya harus dikerjakan seperti di Solo dulu pada waktu yang pertama. Bukan hanya untuk prestasi tapi kebersamaan," jelasnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fiq/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%