detikcom
Minggu, 09/09/2012 12:07 WIB

Olah TKP Bom Depok Kelar, Polisi Sita 1 Motor & 1 Dus Barang Bukti

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Polisi selesai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara, Depok, Jawa Barat. Dari hasil olah TKP, polisi menyita 1 motor dan 1 dus sebagai barang bukti.

Pantauan detikcom di TKP, Jalan Nusantara Raya, Beji, Depok, Jawa Barat, Minggu (9/9/2012), pukul 11.30 WIB, dua mobil gegana, mobil Inafis, Dokpol dan Puslabfor Mabes Polri mulai meninggalkan lokasi. Begitu juga dengan Detasemen K-9 atau unit satwa Polri yang sebelumnya diterjunkan dalam olah TKP membawa dua anjing jenis labrador.

Dari hasil olah TKP, tim gegana tampak membawa sebuah dus berukuran sekitar 30x20 dari dalam rumah yang hancur karena ledakan bom. Kemudian, menyusul satu motor jenis Honda Astrea Grand berwarna merah dan ungu nomor B 5372 UJ yang juga diangkut dengan menggunakan mobil polisi.

Sementara itu, lokasi kejadian yang semula dijaga ketat oleh polisi saat ini masih diberi garis polisi. Meski penjagaan tidak begitu ketat seperti saat masih dilakukan oleh TKP, hanya tampak 6 orang polisi dari Polres Depok. Dua dari mereka terlihat membawa senjata laras panjang.

Warga di sekitar lokasi kejadian pun mulai bisa mendekat ke kontrakan yang dijadikan Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara itu. Mereka bahkan bisa leluasa melihat kondisi rumah yang hancur dari jarak 3 meter dari garis polisi.

(bal/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel