Sabtu, 08/09/2012 14:04 WIB

Duh! Kontingen Jabar Dipungut Biaya Makan Rp 175 Ribu/Orang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Sejumlah kontingen merasa kecewa dengan pihak panitia yang tak berkomitmen memegang janji pada PON kali ini. Awalnya panitia menjanjikan seluruh akomodasi gratis, namun fakta tetap dipungut Rp 175 ribu/orang.

"Sebelum pelaksanaan PON, Gubernur Riau berjanji bahwa PON nantinya seluruh kontingen akan diberikan akomodasi gratis, malah juga diberikan makanan ringan. Tapi setelah kami sampai di Riau, ternyata harus bayar Rp 175 ribu/ orang," kata Sekretaris Posko Utama KONI Jawa Barat (Jabar), Lily, kepada wartawan, Sabtu (8/9/2012) di Pekanbaru.

Ditambahkan Lily, akhirnya panitia mengatakan bahwa 50 persen dari anggaran Rp 350 ribu per orang itu, untuk penginapan dan transportasi, harus ditanggung masing-masing kontingen.

Pihak kontingen Jabar memang tidak terlalu mempersoalkan pungutan uang makan tersebut. Hanya saja pihaknya merasa dari awal tidak mempersiapkan dana untuk kebutuhan akomodasi. Ini tentunya karena jauh hari panitia sudah menjanjikan akomodasi gratis.

"Kalau dari awal dikatakan bayar, ya kita tidak masalah soal pembayaran itu. Tapi kan kita dari awal menyepakati janji dari tuan rumah sendiri," kata Lily.

Tidak hanya urusan akomodasi yang belakangan merepotkan kontingen dari luar Riau. Urusan transportasi dari hotel menuju venue juga amburadul. Kontingen sering menunggu adanya transportasi di hotel transit tempat atlet menginap untuk menuju wisma atlet. Namun transportasi yang ditunggu malah sama sekali tidak kunjung tiba.

"Kekacauan yang ada saat ini menjadi pelajaran berharga buat kami yang PON selanjutnya akan berada di Jabar. Kondisi di Riau akan menjadi catatan tersendiri agar kami nantinya jauh lebih lagi," kata Lily.

Lily mengaku bahwa kontingen luar dari Riau sebenarnya mengalami kondisi yang sama sebagaimana dirasakan kontingen Jabar. Karena pungutan biaya akomodasi berlaku untuk semua tamu. Begitu juga amburadulnya transportasi juga dirasakan dari kontingen lainnya.

"Silakan saja tanyakan dengan kontingen lainnya, pasti mereka merasakan hal yang sama. Hanya saja kita tidak terlalu ambil pusing dengan kondisi yang amburadul ini. Karena semua kontingen pasti tetap menomorsatukan untuk pertandingan agar meraih emas," tutupnya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(cha/mok)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%