detikcom
Jumat, 07/09/2012 13:50 WIB

Tawuran Pelajar di Bogor, 1 Orang Terluka Disabet Celurit

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Tawuran pelajar kembali terjadi. Kali ini terjadi di sekitar Plaza Jambu Dua, Bogor Utara, Kota Bogor. Akibatnya, 1 orang terluka. Pelajar yang terluka itu terkena sabetan celurit.

"Memang ada tapi baru dicek. Ada 1 korban luka," Kata Kasat Reskrim Polres Kota Bogor AKP Didik Purwanto saat dihubungi detikcom, Jumat (7/9/2012).

Didik mengatakan tawuran terjadi hari ini pukul 11.30 WIB. Namun masih belum diketahui tawuran tersebut dari pelajar mana saja. Polisi masih memeriksa saksi-saksi.

"Anggota masih ngecek di lapangan," ungkapnya.

Informasi yang dikumpulkan, pelajar yang terluka itu sudah dilarikan ke rumah sakit.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gus/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%