detikcom
Jumat, 07/09/2012 12:54 WIB

Study Tour ke Copenhagen Tunjukkan Gaya Hedon Anggota DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Anggota Baleg DPR RI yang sedang kunker ke Denmark menyempatkan diri berwisata menikmati keindahan kota Copenhagen. Studi banding menjadi study tour, cerminan gaya hidup hedonisme Anggota DPR.

"Fakta di Copenhagen menunjukkan setiap alat kelengkapan DPR mendapat jatah untuk study tour yang dikemas dengan studi banding," tegas koordinator Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran, Uchok Sky Khadafi, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Pandangan senada disampaikan oleh mantan anggota Komisi I DPR dari Golkar, Yuddy Chrisnandi. Menurut Yuddy, tak seharusnya anggota DPR menunjukkan gaya hidup hedon di luar negeri.

"Yang wajar sajalah, tidak usah berwisata yang berlebihan begitu. Cukup berkunjung ke museum atau foto-foto di gedung bersejarah. Jangan menunjukkan gaya hidup hedon di luar negeri," kritik Yuddy.

Yuddy mendorong agar moratorium (penghentian sementara) kunjungan kerja DPR ke Luar Negeri harus segera dilaksanakan. Bagaimana pun DPR harus mendengarkan kritik masyarakat luas.

"Jadi kalau kita bicara fakta kemarin semakin menambah urgensi morarotium. Jadi Ketua Fraksi dan Pimpinan DPR jangan berlagak tuli, perhatikan betul kritik dan saran serta keinginan masyarakat yang mempertanyakan kunjungan kerja ke LN. Tidak usah beralibi macam-macam," desak Yuddy.

"Dengan moratorium semua perencanaan dan jadwal kunjungan ke luar negeri bisa dibatalkan semua. Semua harus dievaluasi," tegasnya.

Rombongan Baleg DPR ke Denmark memilih menyusuri sungai di Copenhagen dengan perahu wisata sebagai wisata di tengah kunker. Sejumlah foto menggambarkan mereka sedang menikmati keindahan Copenhagen dari atas perahu wisata sembari asyik bercanda. Rombongan Baleg ke Jerman untuk membahas RUU PMI, utamanya mengenai lambang PMI.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%