Detik.com News
Detik.com
Kamis, 06/09/2012 18:18 WIB

Astaga! Kakek 80 Tahun Perkosa Cucu Berusia 12 Tahun

Andi Saputra - detikNews
Astaga! Kakek 80 Tahun Perkosa Cucu Berusia 12 Tahun ilustrasi (hasan/detikcom)
Jakarta - Entah apa yang ada dalam otak kakek usia 80 tahun, Sunari. Dia dengan tega memperkosa cucunya sendiri yang baru berusia 12 tahun berturut-turut selama 3 tahun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (6/9/2012), warga Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur ini mulai memperkosa sejak cucunya kelas 6 SD.

"Saat ini korban seharusnya mengenyam pendidikan kelas 3 SMP. Tapi pihak sekolah mengeluarkan anak malang tersebut sejak kasus ini terbongkar," ujar sumber detikcom yang tidak mau disebut identitasnya.

Terbongkarnya kasus ini karena si kakek yang kesal dengan cucunya. Sebab cucunya pergi bermain-main tetapi tidak pulang-pulang. Lalu ketika cucunya pulang, cucunya diseret ke polsek setempat.

"Maksudnya agar cucu dinasihati oleh polisi biar jera supaya tidak main-main lagi. Ternyata di kantor kepolisian, si cucu membeberkan kelakuan sang kakek karena kesal dilaporkan ke polisi," paparnya.

Kasus ini tengah digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung. Majelis hakim yang beranggotakan Sri Wahyuni Ariningsih sebagai ketua dan 2 hakim anggota Dina Pelita Asmara dan I Gusti Ngurah Putra Atmaja siang ini memperdengarkan keterangan saksi-saksi.

"Saksi yang diperdengarkan yaitu perangkat desa dan korban," bebernya.

"Apakah akibat pemerkosaan tersebut cucunya sampai hamil?" tanya detikcom.

"Tidak," jawab sumber detikcom.

(asp/vta)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%