Kamis, 06/09/2012 08:55 WIB

Uang Nikah yang Membawa Resah

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Rekening Bank Central Asia (BCA) itu kemasukan uang secara beruntun sepanjang Mei-Juni 2011. Jumlah kiriman paling kecil Rp 3 juta dan yang paling besar Rp 75 juta. Kalau ditotal duit yang ditransfer selama sebulan itu mencapai Rp 126 juta.

Uang itu menjadi pergunjingan dalam sepekan belakangan ini. Dari segi jumlah, memang tak terlalu besar bila dikaitkan untuk perkara korupsi. Namun yang membuat publik melirik, pemilik rekening itu adalah presenter berita yang namanya tengah moncer saat ini.

Dialah Tina Talisa, mantan presenter Apa Kabar Indonesia TvOne. Sejak Desember 2011, finalis Putri Indonesia 2003 itu berlabuh ke stasiun televisi Indosiar. Tina kini membawakan sebuah program talkshow “Teras Tina Talisa” di kantor barunya itu.

Isu yang diembuskan beberapa media, aliran dana ke Tina berasal dari Mirwan Amir, politikus Partai Demokrat. Nama kakak iparnya itu sebelumnya memang sudah banyak disebut dalam kasus dugaan korupsi, terutama kasus Wisma Atlet SEA Games.

***

Tulisan lengkap Uang Nikah yang Membawa Resah bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 40, 3 September 2012). Edisi ini mengupas kerusuhan Sampang-perseteruan Syiah dan Suni dengan tema ‘Syawal Berdarah di Sampang’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik hukum ‘Tina Talisa Melawan’ Internasional ‘Neil Armstrong – Perginya Sang Penakluk Bulan’, rubrik gaya hidup ‘Langsing dengan Parfum’ berita komik ‘Neil Armstrong Mendarat di Bulan’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘The Bourne Legacy’, WKWKWK ‘Merampok Demi Nikahi Pacar’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(iy/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%