detikcom
Rabu, 05/09/2012 11:27 WIB

Pemerintah Harus Usut Penjualan Pulau Gambar dan Gili Nanggu

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: privateislandsonline
Jakarta - Situs www.privatesislandonline.com memasang iklan penjualan Pulau Gambar di Laut Jawa dan Pulau Gili Nanggu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pemerintah harus menggagalkan penjualan kedua pulau ini demi keutuhan NKRI.

"Seluruh pulau yang ada yang itu statusnya itu adalah bagian dari negara Republik Indonesia itu adalah tanggung jawab pemerintah Republik Indonesia dan sejengkal pun tidak boleh diperjualbelikan," tegas Wakil Ketua Komisi IV yang menjadi mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan, Herman Khaeron, kepada detikcom, Rabu (5/9/2012).

Menurut Herman, investor tidak diperkenankan membeli pulau. Menjual pulau milik NKRI jelas melanggar hukum.

"Tidak boleh ada pulau-pulau yang menjadi milik negara yang bisa diperjualbelikan. Semuanya hanya bisa dalam bentuk investasi, kerjasama itu bisa. Sama halnya dengan perusahaan multinasional yang ada di Indonesia mereka tidak punya aset, mereka hanya punya investasi," kata Herman.

Dia mendesak pemerintah untuk mengusut penjualan pulau tersebut. Termasuk meneliti kepemilikan sertifikat mengenai kedua pulau yang indah tersebut.

"Ini harus diusut dan ini masuk kategori melanggar kedaulatan RI. Tanggung jawabnya di wilayah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, termasuk penamaan pulau kecil juga tanggung jawab mereka. Namun yang menjadi mitra kami tentunya Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pemerintah pusat dan daerah harus menghentikan penjualan pulau di Indonesia," tegasnya.

Situs www.privatesislandonline.com memasang iklan penjualan pulau Gambar di Laut Jawa dan pulau Gili Nanggu di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kementerian Kelautan dan Perikanan pun melakukan pengecekan kepemilikan pulau tersebut.

Pulau Gambar menjadi salah satu pulau yang dijual dalam situs penjualan pulau pribadi dunia tersebut. Harga yang ditawarkan tergolong murah yakni USD 725 ribu atau setara dengan Rp 6,8 miliar (kurs Rp 9.500). Dalam informasi penjualannya, pulau itu disebutkan berada di kawasan Laut Jawa dengan luas 2,2 hektar.

Pulau Gambar dideskripsikan sebagai pulau unik yang masih 'perawan'. Dengan pantai indah yang mengelilinginya, pulau ini layak dijadikan sebuah hunian pribadi. Air laut di sekitar pulau relatif tenang dan dangkal. Para pengunjung bisa menyelam, snorkelling dan memancing. Sejumlah ikan dan lobster bisa ditemukan di tepi pantai.

Sementara pulau Gili Nanggu di Lombok yang memiliki luas 4,99 hektar itu ditawarkan dengan harga Rp 9,9 miliar. Lokasinya yang berada di laut Bali jadi daya jual tersendiri. Menurut situs tersebut, pemilik pulau menawarkan Gili Nanggu dengan sejumlah fasilitas. Di antaranya 10 unit cottage, 7 unit bungalow, 1 unit restoran, mini bar, kamar, dan area pengembangbiakan kura-kura.

Indonesia sudah lama melarang jual-beli pulau di Indonesia karena menyangkut kedaulatan negara. Pemerintah hanya memberi izin untuk menyewa demi kepentingan pariwisata.


rencana kenaikan BBM sebabkan penimbunan bbm, bbm bersubdisi jadi langka.saksikan peneluran Reportase investigasi minggu pukul 16.45 WIB Hanya di TransTV

(van/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    57%
    Kontra
    43%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000