Detik.com News
Detik.com
Selasa, 04/09/2012 21:59 WIB

Arab Saudi Hukum Pancung 2 Pria Terkait Pembunuhan dan Narkoba

Rachmadin Ismail - detikNews
Arab Saudi Hukum Pancung 2 Pria Terkait Pembunuhan dan Narkoba AFP (ilustrasi)
Riyadh - Arab Saudi mengeksekusi mati dua pria yang dinyatakan bersalah karena kasus pembunuhan dan narkoba. Salah satu pria tersebut adalah warga Pakistan.

Dilansir AFP, Selasa (4/9/2012), eksekusi pancung dengan pedang ini digelar siang waktu Arab Saudi. Satu warga lokal, Ahmed bin Hasan al-Shehri dinyatakan bersalah karena kasus pembunuhan. Satu lagi, warga Pakistan Hayat Sayyed Alsayyed terlibat penyelundupan narkoba.

Hasan didakwa membunuh teman sekampungnya, Ahmad bin Muhammad al-Shehri. Dia dieksekusi di kota Abha.

Sementara warga Pakistan yang didakwa karena menyelundupkan narkoba di perutnya dieksekusi di sebelah barat kota Madinah.

Dengan demikian, Arab Saudi sudah mengeksekusi pancung 52 orang tahun ini. Sementara data tahun lalu, Amnesty International mencatat ada 79 orang yang dipancung.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/bal)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%