detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 03:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 04/09/2012 21:59 WIB

Arab Saudi Hukum Pancung 2 Pria Terkait Pembunuhan dan Narkoba

Rachmadin Ismail - detikNews
AFP (ilustrasi)
Riyadh - Arab Saudi mengeksekusi mati dua pria yang dinyatakan bersalah karena kasus pembunuhan dan narkoba. Salah satu pria tersebut adalah warga Pakistan.

Dilansir AFP, Selasa (4/9/2012), eksekusi pancung dengan pedang ini digelar siang waktu Arab Saudi. Satu warga lokal, Ahmed bin Hasan al-Shehri dinyatakan bersalah karena kasus pembunuhan. Satu lagi, warga Pakistan Hayat Sayyed Alsayyed terlibat penyelundupan narkoba.

Hasan didakwa membunuh teman sekampungnya, Ahmad bin Muhammad al-Shehri. Dia dieksekusi di kota Abha.

Sementara warga Pakistan yang didakwa karena menyelundupkan narkoba di perutnya dieksekusi di sebelah barat kota Madinah.

Dengan demikian, Arab Saudi sudah mengeksekusi pancung 52 orang tahun ini. Sementara data tahun lalu, Amnesty International mencatat ada 79 orang yang dipancung.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/bal)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%