Detik.com News
Detik.com
Selasa, 04/09/2012 21:12 WIB

Terjadi Kecelakaan Bus Terparah di Maroko, 42 Orang Tewas

Rachmadin Ismail - detikNews
Maroko - Sebuah bus mengalami kecelakaan di pegunungan selatan Maroko. 42 Orang tewas dalam insiden tersebut.

Diberitakan AFP, Selasa (4/9/2012), seluruh korban saat ini masih diidentifikasi oleh petugas kepolisian setempat. "Termasuk yang luka-luka," kata petugas tersebut.

Kecelakaan ini berlangsung sekitar pukul 02.00 dinihari waktu setempat. Bus tersebut keluar jalur di sekitar provinsi Haouz dan terjun ke dalam jurang berkedalaman 150 meter.

Sekitar 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dibawa ke sejumlah rumah sakit berbeda. Belum jelas apa penyebab kecelakaan ini.

Tragedi ini merupakan yang paling parah dalam sejarah kecelakaan di Maroko. Insiden terakhir terjadi pada tahun 2010, saat 24 orang tewas karena bus yang ditumpanginya masuk ke dalam sungai.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mad/ndu)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%