detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 07:22 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 04/09/2012 21:12 WIB

Terjadi Kecelakaan Bus Terparah di Maroko, 42 Orang Tewas

Rachmadin Ismail - detikNews
Maroko - Sebuah bus mengalami kecelakaan di pegunungan selatan Maroko. 42 Orang tewas dalam insiden tersebut.

Diberitakan AFP, Selasa (4/9/2012), seluruh korban saat ini masih diidentifikasi oleh petugas kepolisian setempat. "Termasuk yang luka-luka," kata petugas tersebut.

Kecelakaan ini berlangsung sekitar pukul 02.00 dinihari waktu setempat. Bus tersebut keluar jalur di sekitar provinsi Haouz dan terjun ke dalam jurang berkedalaman 150 meter.

Sekitar 25 orang dilaporkan mengalami luka-luka dan dibawa ke sejumlah rumah sakit berbeda. Belum jelas apa penyebab kecelakaan ini.

Tragedi ini merupakan yang paling parah dalam sejarah kecelakaan di Maroko. Insiden terakhir terjadi pada tahun 2010, saat 24 orang tewas karena bus yang ditumpanginya masuk ke dalam sungai.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(mad/ndu)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%