Detik.com News
Detik.com
Selasa, 04/09/2012 18:09 WIB

Jelang Pembukaan PON, Warga Riau Kesulitan Dapatkan Tiket

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jelang Pembukaan PON, Warga Riau Kesulitan Dapatkan Tiket
Pekanbaru - Pembukaan PON di Riau kian dekat, namun belum semuanya siap. Terbukti, tiket untuk pembukaan 11 September mendatang belum bisa didapat. Bahkan warga bingung kemana harus mencari tiket tersebut.

"Kita sudah tanya sana sini, tapi semua pada nggak ada yang tahu dimana tempat jualan tiket pembukaan PON. Kita kepengin melihat acara itu, karena belum tentu selama kita hidup bisa menyaksikan lagi di Riau," kata Syahrial, warga Pekanbaru kepada detikcom, Selasa (4/9/2012) .

Syahrial mengaku, mengetahui adanya penjualan tiket tersebut setelah membaca di sejumlah media. Hanya saja sampai menjelang hari pelaksanaan dimana pembukaan PON akan dilaksanakan pada 11 September, sampai sekarang loket resmi penjualan belum tersedia.

"Memang di sejumlah media sosial sudah ada yang mengaku sebagai tempat penjualan tiket. Tapi kita juga tidak percaya begitu saja. Jangan-jangan itu hanya penjualan tiket palsu," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyiaran dan Pelayanan Media (PPM) PB PON Riau, Jhoni Irwan kepada sejumlah media pernah menjelaskan, pihaknya memang sengaja menjual tiket masuk pembukaan PON.

Dari 43 ribu kursi di stadion utama di kawasan Panam, sekitar 15 ribu kursi akan dikomersilkan. Hanya saja Jhoni belum dapat merinci besaran harga tiket tersebut. Termasuk juga belum ada kejelasan resmi dimana tiket tersebut bisa didapatkan.

Panitia tidak hanya menjual tiket pembukaan dan penutupan PON saja. Tapi untuk cabang olahraga favorit juga akan dikomersilkan. Misalkan saja, sepak bola, voli, bulu tangkis, dan renang. Berbagai cabor tersebut akan dikomersilkan pada babak perempat final.Next

Halaman 1 2
(cha/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%