detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 04/09/2012 13:24 WIB

Ditinggal Kawin, Pria India Tembak Kekasih dan 4 Orang Lainnya

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
New Delhi, - Cemburu melihat mantan kekasihnya menikah dan hidup dengan pria lain, seorang pria India nekat menembak mati pasangan suami-istri tersebut beserta keluarganya. Setelah melakukan aksi yang menewaskan 5 orang itu, pria berumur 25 tahun ini lalu menembak mati dirinya sendiri.

Pria bernama Ravi ini diduga masih menjalin hubungan asmara dengan mantan kekasihnya yang telah menikah dengan pria lain selama 1 tahun. Diduga karena sang gadis ingin mengakhiri hubungan terlarangnya, Ravi pun naik pitam dan kemudian melakukan aksi nekat ini.

Seperti diberitakan oleh Press Trust of India dan dilansir AFP, Selasa (4/9/2012), Ravi mendatangi kediaman si gadis dan suaminya dan kemudian menembak keduanya hingga tewas. Ravi juga menembak mati seorang wanita yang diketahui merupakan pemilik rumah kontrakan di wilayah tersebut, pada Minggu (2/9) waktu setempat.

Tidak hanya berhenti di situ, Ravi kemudian mendatangi kediaman orangtua mantan kekasihnya di pinggiran New Delhi. Dengan gelap mata, pria muda itu menembak mati ayah dan saudara perempuan mantan kekasihnya.

Menurut seorang polisi senior, Ravi masih kecewa dan memendam amarah terhadap keluarga mantan kekasihnya. Sebab pihak keluarga mantan kekasihnya selalu menolak lamarannya.

Diketahui bahwa sebagian besar orangtua di India memilih untuk menjodohkan anak-anak mereka dengan pria atau wanita pilihan mereka. Terkadang sejumlah anak muda harus mengakhiri hubungan mereka dengan orang-orang yang benar-benar mereka cintai demi memenuhi permintaan orangtua.

Menurut kepolisian setempat, Ravi membawa sebuah senapan otomatis dan sejumlah senjata api lainnya saat beraksi.

Hal ini cukup mengherankan karena izin memiliki senjata api di India sangat sulit didapat. Kecuali jika mendapat senjata api secara ilegal melalui pasar gelap. Akhir-akhir ini, senjata api sering diidentikkan dengan simbol status seseorang di India.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/ita)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%