detikcom
Selasa, 04/09/2012 13:01 WIB

Pengacara: Tidak Rasional Hercules Minta John Kei Dihukum Berat

Rivki - detikNews
Jhon Kei (Jhoni/detikcom)
Jakarta - Kuasa hukum John Kei menilai imbauan Hercules dkk yang meminta hakim untuk menghukum John Kei seberat-beratnya tidak masuk akal. Hukuman berat atau pun ringan haruslah sesuai hasil pemeriksaan dan fakta persidangan.

"Bagaimana kita harus menanggapi bahwa orang dihukum seberat-beratnya. Ini tidak rasional," kata kuasa hukum John Kei, Indra Sahnun Lubis, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gadjah Mada, Selasa (4/9/2012).

Ia pun bingung dan tidak mengerti atas dasar apa Hercules meminta hakim untuk menghukum seberat-beratnya.

"Jaksa saja belum menuntut, kita juga belum bacakan pledoi, kok minta dihukum seberat-beratnya," tandas Presiden Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.

Saat disinggung apakah sikap Hercules dan pendukungnya yang mendatangi PN Jakpus pada 31 Agustus lalu, Indra enggan berpolemik. "Kalau dibilang intervensi saya tidak tahu. Intinya kalau mau dihukum seberat-beratnya harus menunggu hasil persidangan," tutup Indra

Seperti diketahui, 100-an massa anti John Kei melakukan aksi yang sama di PN Jakpus, Jumat (31/8/2012). Di antara mereka, terdapat Hercules yang juga sempat menemui Hakim Pengawas Bidang Pidana, Kasianus Telaumbanua.

"Demo kita damai dan tertib," ujar Hercules yang hadir mengenakan jaket kulit hitam kepada wartawan di PN Jakpus.

Hercules lantas masuk ke ruang hakim pengawas bidang pidana PN Jakpus, Kasianus Telaumbanua dan melakukan pertemuan tertutup. Pertemuan tertutup yang berlangsung selama 30 menit ini dilakukan Hercules dengan 4 orang lainnya. Mereka meminta pihak kejaksaan dan pengadilan untuk tidak takut terhadap ancaman John Kei.

"Saya Haji Bram dan Pak Hercules memberikan dukungan kepada pihak kejaksaan dan pengadilan supaya jangan takut kepada ancaman John Kei. Pengadilan Negeri jangan ragu. Kita tadi diterima sama hakim pengawas bidang pidana," jelas salah seorang peserta aksi, Haji Bram.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(rvk/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%