Minggu, 02/09/2012 17:16 WIB

Inilah Usulan Agar Kasus Wiji Tak Berefek Buruk pada Densus 88

Gagah Wijoseno - detikNews
Halaman 1 dari 2
Wajah Wiji
Jakarta - Densus 88 antiteror mungkin punya alasan tersendiri ketika menghajar Wiji Siswo Suwito (65) yang belakangan diketahui sebagai tindakan salah sasaran. Namun masyarakat mungkin bisa punya pandangan berbeda atas penderitaan ayah mertua dari terduga teroris Bayu Setiono.

Pengamat dari Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), Mustofa B. Nahrawardaya, mengemukakan 10 poin agar Densus 88 tidak menjadi kontraproduktif dengan upaya pemberantasan terorisme. Inilah catatan yang diberikan Mstofa dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (2/9/2012).

1. Densus 88 tak perlu lakukan aksi kekerasan berlebihan pada masyarakat, karena hanya akan membuat trauma baru, sakit hati baru, dan dendam kesumat dari keluarga korban yang semestinya tidak terjadi. Dendam kesumat itulah yang sangat berpotensi menelorkan pelaku-pelaku baru terorisme.

2. Jadi, munculnya pelaku-pelaku baru terorisme, kadang sama sekali tidak disebabkan oleh ide besar teroris untuk mendirikan Negara Islam, ataupun niat besar mengubah Pancasila dengan ideologi lain. Tetapi hanya disebabkan oleh perilaku aparat yang sewenang-wenang tanpa tanggungjawab.

3. Kita patut berbangga dengan prestasi Densus 88 yang tegas dan keras serta tidak kompromi terhadap teroris. Namun apabila salah sasaran, ini yang berbahaya. Jika semula tidak ada rasa benci pada aparat, gara-gara salah sasaran, maka rasa benci akan terasa sampai ubun-ubun dari korban kekerasan aparat, termasuk Densus 88.

4. Nah, sebaiknya Densus meminta maaf kepada korban dan mengobatinya sampai sembuh, serta melakukan pendampingan psikologi terhadap korban kekerasan korps berlambang burung hantu itu, hingga tidak lagi trauma.

5. Jika tidak, maka rasa benci tidak hanya dirasakan oleh korban, bahkan akan dirasakan pula oleh anak cucunya. Ini yang akan terjadi pada korban semacam Wiji Siswo. Maka dari itu, meski yang mendapatkan perilaku keji hanya Wiji Siswo, namun rasa dendam akan disimpan oleh anak cucunya.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
36%
Kontra
64%