detikcom
Minggu, 02/09/2012 10:45 WIB

Sempat Salah Tangkap, Densus 88 Juga Lukai Mertua Terduga Teroris

Muchus Budi R. - detikNews
Lokasi baku tembak di Solo
Jakarta - Personel Densus 88 melakukan tindakan kekerasan ketika melakukan operasi penangkapan terduga teroris di Karanganyar, Jawa Tengah. Densus sempat memukuli mertua Bayu Setiono yang bukan target penangkapan.

Pada Jumat (31/8) malam, aparat bersenjata lengkap mengepung sebuah rumah sederhana di dusun Tempel, Desa Bulorejo, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar. Tanpa banyak cakap, aparat melakukan aksi cepat setelah sebagian dari mereka pintu rumah.

Mereka langsung mendobrak pintu sebuah kamar. Tanpa babibu, penghuni kamar ditodong senjata. Refleks si penghuni kamar yang baru bangun dari tidur berusaha menangkis moncong senjata yang mengarah kepadanya.

Rupanya gerakan tangkisan itu dianggap sebagai perlawanan. Sontak penhuni kamar dihajar dan langsung dibatasi gerakannya dengan cara diborgol.

Penghuni kamar itu adalah Wiji Siswo Suwito. Lelaki 65 tahun itu harus menderita luka lebam terutama di bagian wajah. Matanya pun membiru akibat pukulan.

Tak lama setelah itu, petugas menyadari kesalahannya. Mereka langsung membongkar kamar sebelahnya, juga dengan cara mendobrak pintu kamar menggunakan martil ukuran besar.

Kali ini mereka mendapati Bayu Setiono. Lelaki 24 tahun itu langsung diseret dari kamar, ditembak salah satu kakinya, lalu dibawa pergi.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(mbr/fdn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%