detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:42 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 01/09/2012 11:44 WIB

2 Jenazah Terduga Teroris Solo Diautopsi di Jakarta

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Dua jasad terduga teroris yang tewas dalam baku tembak dengan aparat di Solo, Jawa Tengah, sedang dalam perjalanan ke RS Polri Soekanto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Proses autopsi akan dilaksanakan di sana.

"Sejak dini hari tadi diberangkatkan lewat jalur darat. Kami di sini sudah siap," kata Kepala Rumah Sakit RS Polri, Brigjen Pol Agus Prayitno, saat ditemui di depan ruang jenazah RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (1/9/2012).

Menurut Agus, kedua jenazah sudah dibawa dari Solo sejak pukul 02.15 WIB. Belum bisa dipastikan kapan jasad terduga teroris yang disinyalir bernama Farhan dan Mukhsin tiba di Jakarta.

"Belum bisa dipastikan, kalau autopsi saya kira 4 jam selesai. Kalau keseluruhan itu tadi tergantung data antimortemnya," terang Agus soal lama waktu pemeriksaan jenazah.

Seperti diberitakan sebelumnya kontak tembak terjadi di Jalan Veteran, Solo, Jumat (31/8) malam. Seorang pengendara sepeda motor disergap petugas Densus di tengah jalan. Pengendara tersebut melawan dengan tembakan. Menurut saksi, pengendara motor tewas diberondong senjata petugas.

Tiga orang tewas dalam baku tembak tersebut. Dua dari kelompok terduga teroris dan seorang anggota Densus 88 atas nama Bripda Suherman. Sedangkan seorang terduga teroris berhasil diamankan dalam kondisi hidup.

Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengatakan, dua terduga teroris yang tewas bernama Farhan dan Mukhsin. Keduanya diduga sebagai anggota JAT. Namun saat dikonfirmasi, JAT membantah.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(mad/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%