Sabtu, 01/09/2012 01:45 WIB

Ini Kesaksian Warga yang Menyaksikan Baku Tembak di Solo

Muchus Budi R. - detikNews
Bripda Suherman di RS Brayat Minulya Solo (Foto: Istimewa)
Solo - Penyergapan terduga teroris di Jalan Veteran, Solo, diketahui secara luas oleh warga karena terjadi di tengah jalan. Seorang warga melihat target yang kemudian disebut sebagai terduga teroris saat itu datang berboncengan menggunakan motor dari arah timur. Terjadi kontak tembak dengan aparat beberapa saat setelah terduga teroris berhenti makan soto di pinggir jalan.

Seorang warga, Boni, memaparkan melihat kedua target berboncengan motor di Jalan Veteran dari arah timur, Jumat (31/8/2012) sekitar pukul 21.00 WIB. Semula keduanya sempat hendak berhenti di kios sate ayam, mungkin untuk mencari makan. Namun karena sate ayam tutup, keduanya lalu menuju ke arah barat ke kios soto yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi kios sate ayam.

"Dia baru saja memesan soto. Mungkin baru makan dua hingga tiga suapan, salah satu diantaranya terlihat bereaksi. Mungkin karena sudah merasa diikuti mobil yang berada di belakangnya. Dia kemudian menuju ke tengah jalan, menyerang dengan mengeluarkan senjata api dan menembakkan senjatanya ke arah mobil tersebut," papar Boni.

Setelah itu, sejumlah orang yang berada di dalam mobil keluar dari mobil yang ditembaki. Orang-orang dari mobil itu lalu mengepung dan memberondongkan tembakan ke arah si target yang bereaksi itu. Sedangkan seorang lainnya yang tidak memberikan reaksi, langsung diamankan dengan dimasukkan ke dalam mobil. Demikian juga dengan sepeda motor mereka.

Seorang saksi lainnya, Pak Jo, mengaku melihat kejadian penyergapan dari jarak dekat karena dia sedang berada di warung angkringan tak jauh dari lokasi penyergapan. Pak Jo melihat, target yang sudah terkepung diberondong tembakan oleh aparat berpakaian preman. Target tewas seketika dengan luka parah di bagian kepala. Hingga saat ini ceceran darah masih terlihat di lokasi kejadian.

Sedangkan seorang saksi lainnya yang tidak bersedia disebut namanya mengaku melihat ketika seorang anggota polisi yang terhuyung-huyung karena mengalami luka tembak. Polisi yang terluka itu lalu ditolong oleh temannya dan dibawa pergi. Belakangan diketahui polisi yang terluka itu adalah anggota Densus Bripda Suherman yang kemudian meninggal di RS Brayat Minulyo, Solo, akibat luka tembak di bagian perut.

Siapakah kedua orang tersebut? Hingga saat ini masih belum ada keterangan dari pihak kepolisian. Namun informasi yang berkembang di lapangan menyebutkan dua orang itu adalah anggota jaringan teroris lama yang punya dendam terhadap polisi. Dua orang itu berinisial F dan B. F adalah target yang tewas diberondong peluru anggota, sedangkan B adalah yang ditangkap dalam kondisi hidup.

"F ini punya pengalaman latihan kemiliteran sangat baik. Dia berpengalaman di berbagai medan tempur kawasan konflik," ujar seorang sumber di lapangan.

(mbr/trq)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel