detikcom
Sabtu, 01/09/2012 01:03 WIB

Laporan dari Iran

Iran Kagumi Peran Soekarno dalam Pembentukan Gerakan Non-Blok

Nala Edwin - detikNews
Teheran - Wakil Presiden Boediono mengadakan pertemuan dengan Pemimpin Besar Iran Ali Khamenei di Teheran, Iran. Dalam pertemuan itu Boediono mengatakan Khamenei mengaku sangat menghargai peranan Presiden Soekarno dalam terbentuknya gerakan Non-Blok.

"Beliau sangat terkesan dengan pidato Soekano dalam Konferensi Asia Afrika dan menyatakan pidato Soekarno masih membekas di benaknya," kata Wakil Presiden Boediono dalam jumpa pers di Kediaman Duta Besar Iran di Teheran, Iran, Jumat (31/8/2012).

Boediono mengatakan, Khamenei menilai Gerakan Non-Blok seharusnya bisa lebih berperan dalan menciptakan perdamaian dunia. "Saya juga menilai potensi gerakan Non-Blok masih jauh di atas apa yang saat ini dicapai," ujar Boediono menirukan Khamenei.

Boediono mengatakan, peranan Non-Blok seharusnya juga bisa berperan di berbagai bidang seperti dalam bidang ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan.

"Jadi secara lebih luas dan berimbang," katanya.

Pertemuan dengan Khameini berlangsung pukul 10.30 waktu setempat. Pertemuan itu berlangsung sekitar setengah jam.

Usai pertemuan itu, Boediono mengadakan pertemuan dengan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad. Dalam pertemuan itu Boediono menyampaikan rasa bela sungkawa atas bencana gempa bumi yang terjadi di Iran.

"Iran mempunyai risiko bencana yang sama dengan Indonesia. Bahkan di Indonesia bukan cuma gempa tapi juga banjir dan tsunami," katanya.

Boediono mengatakan, pertemuan dengan Ahmadinejad juga membicarakan mengenai peningkatan hubungan antara kedua negara.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%