Detik.com News
Detik.com

Jumat, 31/08/2012 22:31 WIB

Usai Diperiksa KPK, Perwira Polri Bungkam

Danu Mahardika - detikNews
Usai Diperiksa KPK, Perwira Polri Bungkam (Foto: Ramses/detikcom)
Jakarta - Keempat perwira Polri yang hari ini diperiksa KPK memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan. Sebelumnya mereka diperiksa KPK selama kurang lebih 11 jam terkait kasus dugaan korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.

Keempat perwira tersebut keluar dari ruang pemeriksaan dalam waktu yang berbeda, AKBP Wisnu Budhhaya keluar ruang pemeriksaan pada pukul 18.30, disusul AKBP Wandi Rustiwan pada pukul 19.00, Kompol Endah Purwaningsih 20.00, dan terakhir pada pukul 22.00 Kompol Ni Nyoman Sumartini.

Tanpa memberi keterangan, mereka langsung menuju Toyota Yaris bernomor polisi B 1721 NP yang sudah menunggu.

"Nanti tanyakan saja ke Humas Polri," ujar salah satu perwira yang diperiksa, AKBP Wisnu Budhhaya kepada wartawan di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2012).

Sebelumnya mereka sempat tak hadir dalam panggilan pertama karena masalah administrasi. Setelah KPK kembali melakukan pemanggilan, hari ini mereka hari ini hadir di KPK.

Dalam kasus Simulator SIM ini, KPK menetapkan mantan Kakorlantas Irjen Djoko Susilo sebagai tersagka. KPK juga menetapkan bawahan Djoko, Brigjen Pol Didik Purnomo, Direktur Utama PT Inovasi Teknologi Indonesia, Sukotjo S. Bambang dan Direktur PT Citra Mandiri Metalindo Abadi, Budi Santoso sebagai tersangka. Polri juga menetapkan status sama terhadap tiga nama terakhir tersebut.

Tiga nama yang menjadi 'tersangka bersama' itu memicu persoalan. Sampai saat ini KPK dan Polri sama-sama ngotot untuk menangani kasus ini. Belum ada titik temu antara dua lembaga penegah hukum tersebut.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/trq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/05/2015 20:11 WIB
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli
    Andrinof Chaniago: Reshuffle, Kami Tak Peduli Ada yang menilai kurang moncernya kinerja tim ekonomi saat ini tak lepas dari kurang optimalnya peran Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Andrinof Chaniago. Kepala Bappenas itu juga dituding banyak memangkas program-program unggulan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Nawa Cita.
ProKontra Index »

Ayah Pemerkosa Putri Kandung dan Bunuh 4 Anaknya Layak Dihukum Mati!

Sadriansyah, warga Sungai Kunjang, Samarinda, Kaltim tega memperkosa putri kandungnya dan membunuh 4 anak-anak sendiri saat masih kecil. Anggota Komisi VIII DPR Maman Imanulhaq berpendapat, Sadriansyah pantas dihukum mati karena menjadi ayah yang biadab. Bila Anda setuju bahwa hukuman yang setimpal bagi Sadriansyah adalah hukuman mati, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%
MustRead close