detikcom
Jumat, 31/08/2012 11:42 WIB

Muhammadiyah Usul 5 Tokoh Jadi Pahlawan Nasional, Termasuk Soekarno-Hatta

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Patung Soekarno-Hatta saat dibersihkan
Jakarta - PP Muhammadiyah mengusukan lima nama tokoh sebagai pahlawan nasional. Presiden dan Wakil Presiden RI pertama Soekarno dan Hatta masuk dalam daftar usulan. Presiden SBY diminta menggunakan hak prerogatifnya untuk hal ini.

"Jadi tiga nama yang diusulkan PP Muhammadiyah untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional adalah: Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singodimedjo, dan Abdoel Kahar Moezakir. Kita juga akan mengusulkan Bung Karno dan Bung Hatta," kata Ketua PP Muhammadiyah Abdul Fattah Wibisono, dalam audiensi dengan pimpinan MPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (31/8/2012).

Menurut PP Muhammadiyah, sekarang ini kesempatan bagi Presiden SBY untuk memberikan penghargaan ini. Sebagai bagian dari sejarah SBY sebelum masa kerjanya berakhir.

"Bung Karno dan Bung Hatta adalah bapak kemerdekaan kita. Di sinilah kesempatan emas Pak SBY untuk menggunakan hak prerogatifnya menyelesaikan masalah ini. Karena proklamator menurut UU tidak termasuk pahlawan nasional, memang ada yang berpendapat. Daripada kontroversi itu lebih baik Presiden SBY tegaskan," kata H. AM Fatwa.

Menurut Fatwa, Muhammadiyah justru akan tampil ke depan untuk mempelopori agar Presiden SBY mengambil keputusan menyangkut kepahlawanan pendiri dan pejuang Indonesia. Karena masih banyak yang belum mendapat gelar Pahlawan Nasional.

"Karena Pak Harto sendiri tidak menyelesaikan TAP MPR berkaitan dengan Bung Karno. Karena toh kedua tokoh tersebut sudah wafat dan kenapa tidak diselesaikan dan yang menyelesaikan itu presiden SBY dan kenapa SBY tidak menggunakan hak prerogatif untuk hal itu," tegasnya.

Ketua MPR Taufiq Kiemas pun merespons positif. Taufiq akan menyerahkan laporan tersebut ke Presiden SBY.

"Nanti kita bersama-sama serahkan ke Presiden SBY. Ini menarik," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(van/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close