detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 31/08/2012 10:55 WIB

2 Saksi Kekerasan Sampang Mengadu ke LPSK

Rivki - detikNews
Sampang (Bayu Murti/ detikcom)
Jakarta - Dua warga Sampang, Madura, Jawa Timur, mengadu ke Lembaga Pengaduan Saksi dan Korban. Mereka mengadu untuk meminta perlindungan terkait tragedi kekerasan di Sampang.

Kedua pelapor ini, berstatus sebagai saksi dalam peristiwa kekerasan di Desa Karang Gayam, Sampang, Madura, pada 26 Agustus lalu.

Pantauan detikcom, kedua korban yang bernama Muhammad Zaini dan Muhaimin ini datang ke LPSK, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Jumat (1/9/2012), sekitar pukul 10.00 WIB. Kedua orang yang masih remaja ini didampingi aktvis KontraS Sinung Karto.

"Kedatangan mereka meminta jaminan perlindungan," kata Sinung Karto saat mendampingi korban.

Menurut Sinung, perlindungan sangat diperlukan. Karena pada Desember 2011 lalu salah seorang saksi yang meringankan Ustad Tajul Muluk, tewas saat peristiwa kekerasan Desember 2011 lalu.

"Untuk itu, perlindungan saksi dan korban menjadi catatan," tandasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(rvk/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close