detikcom
Jumat, 31/08/2012 00:48 WIB

Kapolda Jateng: 4 Peluru Tembus di Dada dan Tangan Bripka Dwi

Muchus Budi R. - detikNews
Lokasi Penembakan Pos Polisi Solo/ Muchus
Jakarta - Kapolda Jateng, Irjen (Pol) Didiek S Triwidodo, mengatakan Bripka Dwi Data Subekti tewas akibat empat peluru yang menembus tubuhnya. Dua peluru menembus dada, dua lainnya menembus tangan. Pelaku menyerang dengan senjata laras pendek.

Hal tersebut disampaikan Didiek saat meninjau lokasi pos polisi di Plasa Singosaren, Solo, Jumat (31/8/2012) dinihari.

"Saat kejadian, korban sedang sendirian di dalam pos kemudian diberondong dengan empat tembakan. Dua mengenai dada, dua mengenai tangan. Korban meninggal di rumah sakit," papar Kapolda.

Didiek juga mengatakan, dari sekitar lokasi petugas juga menemukan beberapa selongsong peluru senjata laras pendek, namun dia tidak bersedia menyebut jenis senjata dan kalibernya dengan alasan masih untuk kepentingan penyelidikan.

Lebih lanjut, Didiek menegaskan pihaknya akan melakukan penanganan serius terhadap tiga aksi teror terhadap anggota dan aset kepolisian di Solo dalam sebulan terakhir. "Akan kita tangani satu per satu," ujarnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mbr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%