Detik.com News
Detik.com

Kamis, 30/08/2012 13:23 WIB

Polri Nomor Wahid Diadukan Warga tentang Pelanggaran HAM

Ganessa - detikNews
 Polri Nomor Wahid Diadukan Warga tentang Pelanggaran HAM
Jakarta - Komnas HAM menyebutkan, pengaduan pelanggaran HAM pertama dari masyarakat seluruh Indonesia ditempati Polri. Setiap tahun, rata-rata ada seribu pengaduan pelanggaran HAM dari Polri.

"Dalam pengaduan yang diterima oleh Komnas HAM, rata-rata di atas 1.000 pengaduan setiap tahunnya tentang pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Polri," ujar Nur Kholis, Wakil Ketua II bidang eksternal Komnas HAM di kantor Komnas HAM, Jl Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (30/8/2012).

Nur Kholis mengatakan, setelah adanya pemisahan antara Polri dan TNI justru menimbulkan banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi dilakukan oleh Polri.

"Kewenangan yang banyak dimiliki oleh Polri ini, cenderung menimbulkan potensi dalam pelanggaran HAM," kata Nur Kholis.

Di tempat yang sama, Ifdhal Kasim, ketua Komnas HAM menuturkan, dalam sektor agraria Brimob sering melakukan penembakan. Bahkan dalam penyelesaian konflik agraria itu, ada penembakan oleh Brimob.

"Kami sudah merekomendasi kepada pihak Polri namun tidak ada implikasi secara langsung terhadap polisi yang melakukan penembakan dalam konflik-konflik agraria," kata Ifdhal.

Dalam data yang diperoleh dari Komnas HAM, dari Januari-Juni 2012 berikut urutyannya:

1. Polri mendapat 873 berkas pengaduan.
2. Korporasi mendapat 561 berkas pengaduan.
3. Pemda mendapat 371 berkas pengaduan.
4. Lembaga peradilan mendapat 262 berkas pengaduan.
5. Pemerintah pusat mendapat 137 berkas pengaduan.
6. BUMN mendapat 116 berkas pengaduan.
7. Kejaksaan mendapat 88 berkas pengaduan.
8. TNI mendapat 56 berkas pengaduan.
9. Rutan atau lapas mendapat 20 berkas pengaduan.
10. Lembaga pendidikan mendapat 8 berkas pengaduan.

Sedangkan pada 2011, Polri juga menempati urutan pertama berkas pengaduan dengan jumlah 1.839 berkas pengaduan. Urutan kedua ditempati perusahaan swasta dengan jumlah 1.068 berkas pengaduan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nik/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
95%
Kontra
5%