detikcom
Rabu, 29/08/2012 08:45 WIB

Dari Yogya Hingga Palangka Raya

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - 25 September 1945, Belanda yang tak mengakui kemerdekaan Republik Indonesia melancarkan Agresi Militer I. Pasukan kompeni mendarat di Jakarta dengan cara membonceng sekutu.

Jakarta kocar-kacir dan tidak kondusif. Sebanyak 8.000 orang terbunuh. Bahkan nyawa Perdana Menteri Sutan Sjahrir pun sempat terancam.

Dalam kondisi seperti itu, Raja Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono IX mengirim kurir ke Jakarta. Sultan menawarkan kepada Sukarno-Hatta untuk memindahkan ibu kota ke Yogya karena situasi Jakarta yang gawat.

Sukarno-Hatta akhirnya bersedia menerima tawaran itu. Maka, pada 4 Januari 1946, pindahlah ibu kota Republik ke Yogya. Peristiwa itu tercatat sebagai perpindahan ibu kota RI untuk pertama kalinya ke luar Jakarta.

***

Tulisan lengkap Dari Yogya Hingga Palangka Raya bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 39, 27 Agustus 2012). Edisi ini mengupas rencana pemindahan ibu kota Jakarta dengan tema ‘Galau Memindah Ibu Kota’. Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional ‘Wamil (Wajib Militer) Teronggok di Ruang Tunggu’ Internasional ‘Iron Lady yang Terkuat’, rubrik gaya hidup ‘Tetap Sehat dan Langsing Usai Lebaran’ berita komik ‘Ke Jakarta Ku Kan Kembali’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘The Expendables 2’, WKWKWK ‘Maling Kok Ketinggalan Motor’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di download www.majalahdetik.com. Selamat menikmati!


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000