detikcom

Selasa, 28/08/2012 16:32 WIB

Polri Telusuri Dugaan 2 Kelompok Teroris di Kasus Penembakan Solo

M Rizki Maulana - detikNews
Jakarta - Pihak kepolisian saat ini sedang menyelidiki dua kelompok teroris yang menjadi dalang di balik aksi terhadap penyerangan terhadap pos pengamanan di Solo.

"Kita masih melakukan penyelidikan. Tetapi ada dua kelompok teroris yang diduga berada di belakang aksi ini. Kita belum tentukan kelompok yang mana," ujar Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2012).

Menurut Boy, sejauh ini sudah ada 19 saksi yang diperiksa. Namun belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita sedang menyelidiki. Pelaku diduga sangat mobile sehingga kita mengalami kesulitan untuk menangkap," imbuhnya.

Seperti diketahui, dua polisi yang berjaga di Pos 5 Pengamanan Lebaran di perempatan Gemblegan Serengan, Surakarta terluka akibat tembakan oleh orang tak dikenal. Peristiwa penembakan terjadi Jumat (17/8) pukul 01.10 WIB.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Asdjimain, telah memaparkan temuan beberapa selongsong peluru di Pospam Glembegan. Dari selongsong peluru yang ditemukan, kuat dugaan pelaku menggunakan senjata api jenis FN kaliber 9 mm.

Berselang satu hari kemudian, Sabtu (18/8), serangan ke pospam Gladag, Solo, terjadi. Pos itu dilempari granat berdaya ledak rendah oleh orang tak dikenal.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(riz/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Belum Dievaluasi, Kurikulum 2013 Disetop Sementara

Mendikbud Anies Baswedan memutuskan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Kurikulum 2013. Alasannya, Kurikulum 2013 dilaksanakan di seluruh Indonesia padahal belum dievaluasi kesiapannya. Bila Anda setuju dengan keputusan Mendikbud Anies Baswedan, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%