Selasa, 28/08/2012 09:51 WIB
Sekjen MTI: Penegakan Hukum di Jalan, Cara Tekan Kecelakaan Pemudik Bermotor
Menurut Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Ellen Sophie Wulan Tangkudung, tingginya angka kecelakaan saat mudik dan balik Lebaran 2012 ini karena faktor manusia. Banyak pengguna jalan yang mengabaikan aturan berlalu lintas sehingga menjadi pemicu kecelakaan.
"Di perjalanan mudik ini penegakan hukum masih kurang, masih banyak pelanggaran dilakukan. Masih banyak motor berpenumpang lebih dari dua orang. Harus ditegakkan hukum di jalan dengan baik dan konsisten untuk menekan kecelakaan ini," ujar Ellen.
Berikut ini wawancara detikcom dengan Ellen, Selasa (28/8/2012):
908 Orang meninggal dunia karena kecelakaan selama musim mudik dan balik libur Lebaran hingga hari Senin kemarin, padahal sudah ada langkah-langkah untuk menekan kecelakaan. Menurut MTI kenapa ini bisa terjadi?
Sebenarnya kalau kita lihat perilaku berlalu lintas, disiplin dan etika dalam mentaati aturan, rambu dan marka itu sangat rendah disiplinnya. Nah hal itu biasa dilakukan di kota saat akan berangkat kerja. Ternyata saat keluar kota pun perilakunya masih seperti itu. Contohnya melawan arah, memotong arus, tidak taat rambu.
Situasi di luar kota tentu tidak sama dengan kondisi sehari-hari, karena itu jadi kurang antisipasi. Apalagi penerangan masih kurang di malam hari.
Di perjalanan mudik ini penegakan hukum masih kurang, masih banyak pelanggaran dilakukan. Masih banyak motor berpenumpang lebih dari dua orang. Harus ditegakkan hukum di jalan dengan baik dan konsisten untuk menekan kecelakaan ini.
Berlalu lintas yang baik harus menjadi habit. Jika sehari-hari sudah biasa berlalu lintas yang baik, maka pada saat mudik pun bisa berlalu lintas dengan baik.
Lebih karena faktor manusia?
Iya, saya kira banyaknya kecelakaan itu karena faktor manusia. Kembali ke basic-nya. Dia memperoleh SIM seperti apa, ini bisa menggambarkan etika dia berlalu lintas, berdisiplin. Ke depan mungkin perlu ada sekolah agar orang-orang bisa memperoleh SIM dengan baik. Agar mendapatkan SIM tanpa ada faktor uang sehingga lulusnya memang benar.
Selain itu saat mudik ada kemacetan yang menimbulkan waktu perjalanan lebih panjang. Hal itu membuat pemudik kelelahan, mengantuk. Setelah macet ada target harus jalan terus karena harus bisa segera sampai. Ini membuat mereka kurang hati-hati, sehingga kecelakaan tak terhindarkan.
Ada terobosan memberlakukan boarding di KA, dan tidak dijual tiket berdiri. Ini langkah bagus kurangi kecelakaan kereta?
Yang ditekankan PT KAI adalah keamanan dan kenyamanan. Ini memang tidak secara langsung mempengaruhi pemudik berpindah moda transportasi. Itu dampaknya ke mereka yang memang mau naik kereta, bukan yang naik motor. Kenyamanan ini memang tidak serta merta menjadikan pengguna sepeda motor beralih.
Memang dengan kenyamanan ini menjadikan KA sebagai salah satu pilihan. Tapi jangan berhenti di itu saja, kapasitas juga harus ditambah. Tidak berdesakan di dalam kereta itu bagus, tapi juga jangan mahal. Ketika mahal, maka pemudik bermotor semakin tidak mau meninggalkan sepeda motornya untuk mudik.
Ini karena pertimbangan utama pemudik dengan sepeda motor adalah karena murah, sehingga keamanan dan kenyamanan dikesampingkan?
Alasan kebanyakan orang mudik dengan sepeda motor karena lebih murah. Karena itu untuk melayani mereka harus all out. Ini tidak bisa benar-benar dihilangkan, tetapi harus bertahap.
Bayangkan, mereka yang naik sepeda motor jarak jauh dari segi tempat duduk sangat tidak aman dan tidak nyaman. Tapi buat mereka yang penting sampai, dan tidak perlu keluar ongkos banyak. Untuk menyelesaikan masalah ini maka akar masalah harus dijawab.
Tahun depan akan ada lagi penyelenggaraan mudik. Nah, apa yang harus dilakukan untuk menekan angka kecelakaan ini?
Untuk angkutan Lebaran, perlu manajemen angkutan umum yang lebih total. Perlu disediakan angkutan umum yang murah, sehingga ini perlu subsidi. Tak hanya murah tapi juga aman dan nyaman. Salah satu moda transportasinya adalah KA, tapi bisa juga dengan bus yang harus senyaman mungkin.
Angkutan lain seperti kapal laut juga perlu diperbanyak. Selain perbaikan manajemen angkutan umum, koordinasi antar stake holder juga harus diperkuat, sehingga semua bisa saling mengisi.
Yang terpenting juga, penegakan hukum harus benar-benar dilakukan. Penegakan hukum jangan hanya ketika mudik dan balik berlangsung, tapi juga saat sehari-hari. Dengan begitu maka ini menjadi habit. Penegakan hukum ini nggak bisa main-main.
Terkait dengan pelayanan, upaya pemerintah menekan calo sudah baik?
Menekan calo dengan sistem boarding sebenarnya bukan hal yang baru. Hal ini sudah dilakukan sejak lama di pesawat. Jadi tinggal menerapkan ke sistem ke angkutan lain. Perlu diingat, sistem tidak menunjukkan level.
Seperti handphone yang bisa dijangkau semua orang. Artinya IT bisa diterapkan ke semua level. Dengan pembelian tiket secara online bisa menekan calo. Dengan menunjukkan KTP saat membeli dan saat akan naik ke moda transportasi maka masyarakat jadi KTP dengan benar. Di tahun mendatang, kami dukung sistem boarding di semua angkutan.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Alat Pemantau Gempa di Gunung Dicuri, Keselamatan Masyarakat Terancam
809 share this. -
Istri Fathanah Sefti Kini Banjir Job Main FTV
642 share this. -
Polisi Gagalkan Upaya Penyelundupan 170 Kg Ganja di Aceh
515 share this. -
Awasi Dana Parpol, KPU Siap Kerjasama dengan PPATK
503 share this. -
Alat Pemantau Gempa di Gunung Bromo Hingga Merapi Juga Pernah Dicuri
493 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Wawancara Terbaru
Indeks Wawancara ยป
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
-
Senin, 13/05/2013 12:52 WIB
Ahok Soal Waduk Pluit: Jadi, Siapa yang Langgar HAM?
-
Senin, 06/05/2013 09:41 WIB
Hakim Agung Supandi: Eksekusi Susno, MA Dijadikan Keranjang Sampah
-
Kamis, 02/05/2013 18:03 WIB
Adrianus Meliala Soal Susno: Orang yang Sengaja Melindungi, Bodoh
-
Kamis, 23/05/2013 11:02 WIB
Darin Mumtazah Jadi Kembang di Sekolah, Disukai Banyak Cowok
-
Kamis, 23/05/2013 10:39 WIB
Sedalam Apa Hubungan Darin-Luthfi? Ini 4 Jawaban Elite PKS
-
Kamis, 23/05/2013 11:17 WIB
Gagalkan Aksi Perkosaan, 3 Siswa SMP Heroik Banjir Hadiah
-
Kamis, 23/05/2013 10:05 WIB
Seorang Penyebar Ranjau Paku Dihajar Massa di Flyover Roxy
-
Kamis, 23/05/2013 10:31 WIB
Darin Mumtazah Pernah Hendak Dijemput KPK di Sekolah
-
Kamis, 23/05/2013 11:18 WIB
Tanggapi Fahri Hamzah, PD: Silakan PKS Keluar Dari Koalisi
-
Kamis, 23/05/2013 10:46 WIB
Kepsek SMK Darin Mumtazah: Siswa Dilarang Menikah
-
Kamis, 23/05/2013 10:53 WIB
Ahok akan Cabut Rumah Dinas Lurah-Camat, Diubah Jadi Taman
-
560 Komentar
-
362 Komentar
-
229 Komentar
-
218 Komentar
-
215 Komentar
-
211 Komentar
-
162 Komentar
-
146 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 09:23 WIB
Darin Mumtazah Diungsikan Ibunda ke Cirebon?
-
Kamis, 23/05/2013 09:00 WIB
KPAI Beri Penghargaan 3 Pahlawan Cilik yang Gagalkan Upaya Pemerkosaan
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)






Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Pembubaran partai politik memang dimungkinkan, namun masih utopis. Akhir-akhir ini, wacana pembubaran partai politik korup kembali menguat. Setidaknya ada tiga momentum yang mendorong wacana publik ini semakin menguat.
