detikcom
Senin, 27/08/2012 09:57 WIB

Pelantikan Pertama Tidak Sah, Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Dilantik 2 Kali

Gede Suardana - detikNews
Lambang Kab Buleleng
Denpasar - Putu Agus Suradnyana dan Nyoman Sutjidra dilantik dua kali sebagai Bupati dan Wakil Bupati Buleleng periode 2012-2017. Pelantikan kedua digelar karena pelantikan pertama dianggap tidak sah.

Suradnyana dan Sutjidra dilantik untuk kedua kalinya, Senin (27/8/2012). Pelantikan dilakukan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika di rumah jabatan Jaya Sabha, Jl Surapati, Denpasar.

Sedangkan pelantikan pertama yang digelar di DPRD Buleleng dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga pada 24 Juni 2012, dianggap tidak sah.

Saat itu, Gubernur Pastika dalam keadaan sakit. Ia tengah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Singapura. Akhirnya, Wakil Gubernur Puspayoga melantik bupati dan wakil bupati tanpa rekomendasi gubernur.

Pelantikan itu pun dianulir karena dianggap melanggar konstitusional. Pasalnya bupati dan wakil bupati tidak dilantik langsung oleh Gubernur Bali. "Kita tidak ingin terjadi pelanggaran konstitusional. Saya mendapat amanat konstitusional sebagai gubernur melantik bupati dan wakil bupati Buleleng," kata Pastika dalam sambutannya dalam pelantikan.

Pelantikan kedua kalinya ini hanya dihadiri DPRD Buleleng. Para anggota DPRD Buleleng, diboyong ke Jaya Sabha, Denpasar untuk menyaksikan pelantikan. Tak ada lagi, wali kota, bupati se-Bali menghadiri pelantikan ini.

Pelantikan yang digelar sederhana juga mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan. Polisi bersenjata berjaga di beberapa sudut rumah jabatan gubernur yang megah ini.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(gds/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%