Minggu, 26/08/2012 08:03 WIB

Arus Balik Lebaran, Bandara Juanda Surabaya Seperti Pasar Tumpah

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Foto: Reki Lilik Puspa
Surabaya, - Banyak pemudik yang kembali ke Jakarta pada hari Minggu pagi ini melalui jalur penerbangan. Bandara Juanda Surabaya sangat padat penumpang pesawat, seperti pasar tumpah!

"Di hari terakhir libur Idul Fitri terlihat antrean pemudik di Bandara Juanda pada tanggal 26 Agustus 2012," kata seorang penumpang pesawat yang juga pembaca detikcom, Reki Lilik Puspa, Minggu (26/8/2012).

Berdasarkan foto yang dikirim oleh Puspa, antrean di Bandara Juanda memang sangat padat. Antrean mengular di semua pintu check in di bandara Juanda.

Ratusan pemudik dengan seabreg barang bawaannya terlihat mengantre. Bandara Juanda yang biasanya tampak rapih pun lebih mirip terminal bus kota.

Antrean ini, menurut Puspa, sudah terjadi sejak pagi tadi. Sejak penerbangan pertama, Bandara Juanda sudah didatangi ratusan pemudik yang hendak kembali ke Jakarta.

"Antrean ini mulai terjadi sejak pukul 04.00 WIB tadi pagi untuk penerbangan pertama,"paparnya.

Namun sampai saat ini belum ada penerbangan yang tertunda. "Sampai saat ini belum ada keterlambatan karena umumnya penerbangan pertama," katanya.

Arus balik mudik lebaran memang diprediksi mencapai puncaknya pada hari Minggu ini.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%