detikcom
Sabtu, 25/08/2012 11:13 WIB

Jadi Wanita Simpanan di Singapura, Mahasiswi Indonesia Mengaku Bangga

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (Getty Images)
Singapura, - Seorang wanita muda asal Indonesia yang tengah menempuh pendidikan sarjana di Singapura memberikan pengakuan mengejutkan dan membuat heboh para pengguna internet setempat. Dalam blognya, mahasiswi ini mengaku bangga menjadi wanita simpanan seorang pria beristri di Negeri Singa tersebut. Loh?!

Pengakuan wanita yang mengaku bernama Rachel ini diberitakan oleh surat kabar setempat yang berbahasa China, Nanyang Siang Pau. Selama 2 tahun terakhir, Rachel membeberkan kisahnya menjadi seorang wanita simpanan lengkap dengan foto-foto mesranya bersama seorang pria yang disebutnya bernama Ralph.

Seperti dikutip oleh The Star, Sabtu (25/8/2012), Rachel mengaku dirinya pertama mengenal Ralph ketika masih bekerja paruh waktu sebagai sales girl beberapa tahun lalu. Menurut Rachel, seminggu setelah pertemuan tersebut keduanya langsung berhubungan badan.

Selanjutnya terjalinlah hubungan asmara terlarang di antara keduanya hingga saat ini. Dalam blognya, Rachel bahkan mengungkapkan bahwa dirinya selalu berhubungan intim dengan Ralph setiap kali mereka bertemu.

Meski menjadi seorang simpanan, Rachel mengaku sangat menyayangi Ralph. Sampai-sampai dia menyatakan, dirinya ingin memiliki anak dengan Ralph. Namun Ralph terang-terangan menolak.

Tidak dijelaskan lebih lanjut hal apa yang membuat Rachel bangga menjadi seorang wanita simpanan. Termasuk juga apakah ada motif materi di balik tindakan Rachel ini.

Namun yang jelas, pengakuan Rachel ini mendapat beragam komentar dan kritikan dari para pengguna internet setempat. Mereka yang meninggalkan komentar dalam blog Rachel, sebagian besar memintanya untuk berhenti menjadi wanita simpanan.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%