Jumat, 24/08/2012 15:32 WIB

Rp 7,6 M untuk Pesta Putri Konglomerat RI di Singapura

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
The New Paper
Singapura, - Sepasang suami-istri asal Indonesia menjadi pemberitaan di Singapura terkait pesta perayaan putrinya. Pesta perayaan putri pasangan konglomerat yang baru berusia 1 bulan tersebut menghabiskan dana sebesar 1 juta dollar Singapura atau setara dengan Rp 7,6 miliar. Wow!

Seperti dilansir Asia One, Jumat (24/8/2012), seorang pengusaha ternama yang bergerak di bidang perancang acara dan floral, Harijanto Setiawan, mengungkap sejumlah pesta perayaan ultah anak-anak konglomerat yang pernah dirancangnya. Salah satunya perayaan ulang tahun 1 bulan seorang putri pasangan konglomerat Indonesia yang tinggal di Singapura, yang digelar beberapa bulan lalu.

Kepada media setempat, The New Paper, Harijanto mengklaim pesta tersebut menghabiskan dana sedikitnya 1 juta dollar Singapura. Perayaan tersebut digelar di hotel mewah Capella, Singapura, dengan mengundang 300 tamu.

Sebuah ballroom di hotel tersebut disulap menjadi sebuah taman hiburan mewah, lengkap dengan komidi putar dan hutan buatan. Menurut Harijanto, timnya merumuskan konsep pesta tersebut selama 6 minggu sebelum acara digelar.

Seluruh peralatan dan properti yang digunakan dalam pesta tersebut diproduksi di Indonesia dan diterbangkan khusus ke Singapura sekitar 3 minggu sebelum pesta digelar. Namun sayangnya si keluarga konglomerat yang tidak disebutkan namanya dengan alasan perlindungan pada klien tersebut, tidak bisa dihubungi. Mereka saat ini diketahui ada di Monte Carlo, Monako, untuk sebuah acara keluarga.

Harijanto menuturkan, seluruh dekorasi interior dan bunga-bungaan menghabiskan dana sekitar 180 ribu dollar Singapura (Rp 1,3 miliar). Biaya besar lainnya harus dikeluarkan pasangan konglomerat tersebut yakni untuk biaya pengisi acara, penyanyi, perancang acara dan akomodasi bagi para tamu.

Perlu diketahui, biaya sewa sebuah ballroom di Hotel Capella Singapura memakan biaya 15 ribu dollar Singapura (Rp 114 juta). Sedangkan biaya MC untuk pesta perayaan tersebut saja memakan biaya sedikitnya 68 ribu dollar Singapura (Rp 517 juta).

Harijanto yang memulai bisnisnya sejak 10 tahun lalu ini mengaku, sebagian besar kliennya yang menginginkan acara perayaan yang mewah merupakan pengusaha ataupun orang-orang perbankan setempat. Sejumlah klien menggunakan perayaan ini sebagai sarana untuk memperluas jaringan bisnis maupun pekerjaannya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(nvc/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%