detikcom
Jumat, 24/08/2012 05:13 WIB

Jelang Pagi, 2 Kebakaran Terjadi di Jakarta Barat

Muhammad Iqbal - detikNews
Foto: Ilustrasi (detikcom)
Jakarta - Lagi, kebakaran rumah terjadi di Jakarta. Kali ini kebakaran menimpa dua lokasi berbeda di Jakarta Barat. Kebakaran pertama terjadi di Jl Kamal Raya Tegal Alur, selang sekitar satu jam kemudian kebakaran kedua terjadi di Tambora, Jakarta Barat.

"Kebakaran pertama tadi pukul 02.45 WIB menimpa lima rumah di Jalan Kamal Raya, Tegal Alur, Jakarta Barat. Api sudah berhasil dipadamkan oleh Dinas Pemadam Jakarta Barat," ujar petugas Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Rusydi kepada detikcom, Jumat (24/8/2012).

Menurut Rusydi, api baru bisa dipadamkan setelah Dinas Pemadam Jakarta Barat menurunkan 22 unit mobil damkar. Tak ada korban jiwa akibat kebakaran ini. Sementara kerugian belum bisa ditaksir.

"Dugaan sementara kebakaran terjadi karena arus pendek listrik," tuturnya.

Kemudian baru saja padam kebakaran di Jalan Kamal Raya, petugas pemadam kebakaran Jakarta Barat harus bergerak cepat untuk memadamkan api yang terjadi di lokasi kedua. Yaitu membakar rumah-rumah petak di Jalan Pekapuran, Tambora.

"Kebakaran kedua terjadi pukul 04.05 WIB di Jalan Pekapuran, Gang Betet, RT 01-04 RW 03, Tambora, Jakarta Barat. Lokasi yang terbakar berubah rumah-rumah petak, sedang dalam penanganan petugas," jelasnya.

Pada lokasi kebakaran kedua, Dinas Pemadam Kebakaran Jakarta Barat harus menerjunkan mobil damkar lebih banyak, yaitu sebanyak 32 unit. Hal ini dikarenakan kebakaran yang menimpa rumah di Jalan Pekapuran lebih besar dari lokasi yang pertama.

"Petugas sudah ke lokasi dengan 32 unit mobil damkar, api belum bisa dipadamkan hingga saat ini," ucap Rusydi.




Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(iqb/ahy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%