Rabu, 22/08/2012 03:05 WIB

Diduga Depresi, Anggota TNI Tewas Tembak Kepala Sendiri di Manado

Asrar Yusuf - detikNews
Manado - Kisah hidup Prajurit Satu (Pratu) Bayu (20 an), seorang anggota TNI di Kompi Kavaleri Panser Kodam VII/Wirabuana, berakhir tragis. Dia ditemukan tewas bunuh diri di dalam kamar baraknya di desa Talawaan Bantik kecamatan Wori, kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Informasi yang dihimpun detikcom, korban yang diketahui baru dua tahun menjalani masa kedinasannya ini diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke bagian keningnya, Minggu (19/8) dini hari.

Beredar kabar penyebab korban melakukan aksi nekat ini karena mengalami depresi setelah permintaan cuti untuk berlebaran di kampung halamannya tidak disetujui pimpinannya. Versi lain yang berkembang di masyarakat sekitar markas Kavaleri, korban sering diganggu mahluk halus, yang membuatnya sempat tiga kali melarikan diri ke hutan di Gunung Tumpa.

“Pernah sekali dia lari pakai seragam lengkap dan baru tiga hari pulang. Itupun karena sudah dicari pimpinan dan teman-teman,” kata warga sekitar yang enggan disebut namanya, Selasa (21/8/2012).

Jasad korban ditemukan rekan-rekannya usai sholat Id di dalam barak dengan kondisi berlumuran darah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit AD Teling Manado, kemudian baru dipulangkan ke kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 131/Santiago Letkol Arm Herman K Watulangkow, ketika dikonfirmasi, enggan berkomentar. Dia menyebut Kompi Kavaleri Panser bukan berada di bawah komando Korem 131/Santiago.

“Kalau Kodim dan Yonif 712 di bawah komando kami, sedangkan Kompi Kavaleri langsung ke Kodam VII/Wirabuana,” ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%