detikcom
Selasa, 21/08/2012 21:30 WIB

Kecelakaan Direktur Adaro, Polisi: Kenapa Ducati Salip dari Kiri?

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Direktur Corporate Affair PT Adaro Energy Tbk, Andre J Mamuaya, tewas dalam kecelakaan saat mengendarai motor Ducatinya. Andre tidak dapat menghindari mobil Innova ketika mencoba menyalip dari sisi kiri mobil tersebut.

"Kalau menyalip kan dari kanan, kenapa salip dari kiri? Ini masih dalam penyidikan," kata Kepala Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Darmanto, di kantornya Jalan MT Haryono, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (21/8/2012).

Darmanto menerangkan hasil penyidikan sementara baru mengumpulkan data kronologi kejadian berdasarkan keterangan saksi. Ia pun berjanji akan menyampaikan data lengkap terkait kecelakaan ini Rabu (22/8) siang.

"Mahendra mengemudikan mobil, mau masuk (belok) kan dia sudah sein, tapi dengan kecepatan tinggi korban menabrak dari kiri. Besok siang sajalah nanti saya sampaikan informasinya," ujar Darmanto.

Andre tewas dalam kecelakaan saat mengendarai motor Ducatinya. Ia tewas setelah terlibat kecelakaan dengan Kijang Innova di Jalan Sudirman, Jakarta, pagi ini.

"Kejadiannya pukul 09.45 WIB. TKP di Jalan Sudirman depan Gedung Plaza Central, arah Selatan," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Rikwanto.

Rikwanto menjelaskan peristiwa tersebut berawal saat pengemudi Kijang Innova bernopol B1348 PKP melaju dari Utara ke Selatan di jalur lambat. Kemudian saat akan masuk ke Plaza Central dengan memberi isyarat lampu sein kiri, secara bersamaan datang Ducati B 5555 XS yang dikendarai oleh Andre dengan kecepatan tinggi.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vid/trq)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%