Senin, 20/08/2012 23:56 WIB
Hari Kedua Lebaran, Pantai 'Laskar Pelangi' Ramai Dikunjungi Wisatawan
Pantauan detikcom, Senin (20/8/2012), pantai yang dipakai untuk syuting film Laskar Pelangi ini mulai ramai sejak pukul 12.00 WIB. Jelang sore, para pengunjung mulai membludak mencapai 300 an orang, alasannya para pelancong ingin menyaksikan sunset di pantai yang 'ditumbuhi' batu-batu besar ini.
Pantai yang bisa ditempuh selama 45 menit dari bandara Tanjung Pandan, Pulau Belitung ini, merupakan kawasan wisata favorit di propinsi Babel. Para wisatawan biasanya berenang di bibir pantai ataupun menikmati santapan sea food di lokasi tersebut. Bagi yang ingin memacu adrenalin para wisatawan bisa melompat dari batu yang tingginya sekitar 3 meter ke air laut.
Pengunjung pantai ini tidak hanya dari warga Belitong. Hariyana (19), salah satu wisatawan asal Jakarta, mengaku sengaja mengunjungi pantai Tanjung Tinggi karena terpukau dengan keindahan alamnya.
"Penasaran, soalnya melihat di televisi kayaknya bagus banget. Tiket masuknya juga murah cuma Rp 5.000 perak," pungkasnya.
Selain pantai Tanjung Tinggi, objek wisata di Belitung lainnya juga ramai dikunjungi wisatawan pada hari kedua lebaran ini. Seperti pantai Tanjung Kelayang, yang terletak sekitar 10 kilometer sebelum Pantai Tanjung Tinggi.
Biasanya para pelancong di Pantai Tanjung Kelayang mengunjungi pantai ini untuk menikmati wisata bawah laut. Di pantai tersebut, pengunjung dapat melakukan aktivitas seperti diving, snorkling dan santap saji hidangan laut.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(rvk/trq)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 12:01 WIB
Waketum PD: Koalisi dengan PKS Selesai
-
Kamis, 20/06/2013 11:57 WIB
Mahfudz Sebut 'Santai Aja Bro', Mensos Salim Segaf Tertawa
-
Kamis, 20/06/2013 11:57 WIB
Ahok Ganjar Juru Kunci Makam Tubagus Angke Hadiah Umroh
-
Kamis, 20/06/2013 11:56 WIB
Hari ke-247 Jokowi
Soal Balsem, Jokowi: Tak Setuju Bukan Berarti Menolak
-
Kamis, 20/06/2013 11:56 WIB
Sidang Kasus Cebongan
Wadan Grup Provost dan Pasintel Kopassus Didakwa Biarkan Penyerangan
-
Kamis, 20/06/2013 10:55 WIB
Sindiran Kocak Jokowi untuk Metromini dan Kopaja Buluk
-
Kamis, 20/06/2013 09:53 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 10:28 WIB
Ini Nama 12 Prajurit Kopassus dan Peran dalam Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 11:00 WIB
Cerita Salah Jawab Serda Ucok 'Sang Eksekutor' Penyerangan LP
-
Kamis, 20/06/2013 11:09 WIB
Kedatangan Komnas HAM Disoraki Massa Pendukung Kopassus
-
Kamis, 20/06/2013 10:02 WIB
Sepanas Apa Hubungan Bro Tifatul dan Kubu Anis Matta?
-
Kamis, 20/06/2013 11:14 WIB
Dana Abadi untuk Gunung Padang
-
Kamis, 20/06/2013 09:45 WIB
Massa Unjuk Gigi di Dilmil: Hidup Kopassus!
-
433 Komentar
-
356 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
178 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 09:57 WIB
Ini Nih Bangku Taman yang Dipasang Jokowi di Thamrin-Sudirman
-
Kamis, 20/06/2013 09:47 WIB
Polusi Asap Capai Level 'Berbahaya' , PM Singapura Gelar Rapat Khusus
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

