detikcom
Senin, 20/08/2012 23:34 WIB

Pria Ditemukan Tewas di Perkebunan Milik Pemimpin Aliran Sesat

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Sesosok mayat ditemukan di kebun milik seorang pimpinan sebuah aliran sesat di Cisalopa, Bojong Tipar, Jampang Tengah, Sukabumi. Mayat itu diyakini sebagai seorang ustad yang menentang aliran itu.

Anggota Polres Sukabumi menemukan mayat tersebut Minggu (19/8) malam. Pencarian atas ustad yang belakangan diketahui bernama Endin itu setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. Namun, polisi masih perlu melakukan tes DNA untuk memastikan identitas korban yang telah susah dikenali.

"Itu mayat ditemukan karena adanya laporan dari warga, katanya salah satu tokoh masyarakat di sana hilang," kata Kapolres Sukabumi, AKBP M Firman, saat dihubungi detikcom, Senin (20/8/2012).

Jenazah itu ditemukan di perkebunan milik seorang pimpinan aliran sesat bernama Sumarna. Ustad Endin diketahui adalah salah satu penentang Sumarna di wilayah Sukabumi.

Awalnya warga berinisiatif mendatangi permukiman warga penganut aliran yang dipimpin Sumarna. Saat itu warga tidak berhasil menemukan jenazah ustadz Endin. Namun, pada Ahad malam polisi dibantu aparat TNI dari Yonif 310/Kidang Kencana, akhirnya berhasil menemukan sesosok jenazah yang diduga ustadz Endin di kebun singkong milik Sumarna.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Sumarna dan beberapa penganut lainnya, polisi mendapat keterangan bahwa memang Ustad Endin telah diculik dan dibunuh.

"Setelah dilakukan pemeriksaan itu diperoleh keterangan telah dilakukan pembunuhan," tutur Firman.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Beberapa saksi masih diperiksa.


(trq/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel