BBC Indonesia
Senin, 20/08/2012 07:34 WIB

Masjid di Yaman ditembaki, tujuh tewas

BBCIndonesia.com - detikNews
Shalat Idul Fitri Yaman

Saat shalat Idul Fitri seperti inilah seorang laki-laki menembaki warga di selatan Yaman.

Seorang pria bersenjata menembaki sebuah masjid di Provinsi Dalea, 190km sebelah selatan ibukota Yaman, Sanaa pada saat shalat Idul Fitri digelar Minggu (19/8).

Insiden tragis itu menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai 11 orang lainnya.

Sejauh ini belum diperoleh detail peristiwa itu namun Kementerian Pertahanan Yaman mengatakan pasukan keamanan kini tengah mengejar tersangka penembakan itu.

Pemerintah Yaman menambahkan sekitar 100 orang tewas dalam penembakan masjid selama tiga tahun terakhir.

Para pelaku penembakan masjid itu, masih menurut pemerintah Yaman, adalah mereka yang secara mental terganggu dan di tengah konflik antar suku.

Bom bunuh diri

Dalam sebuah serangan terpisah di hari yang sama, seorang pelaku bom bunuh diri yang diduga terkait al-Qaeda menyerang kota Mudia, Provinsi Abyan menewaskan tiga orang dan melukai dua orang lainnya.

"Salah satu korban tewas adalah komandan milisi lokal pro tentara, Nasser Ali Mansur," kata seorang pejabat Provinsi Abyan seperti dikutip Reuters.

Untuk memerangi kelompok al-Qaeda di wilayah selatan negeri itu, pemerintah Yaman menerima banyak bantuan dari Amerika Serikat.

Selain untuk mengurangi aksi al-Qaeda Semenanjung Arab (AQAP), Amerika Serikat juga berkepentingan agar aksi kelompok ini tidak menyebar ke negara tetangga Arab Saudi.

Tahun lalu, serangan pemerintah Yaman yang didukung Amerika Serikat mengusir kelompok Ansar al-Sharia (Pendukung Hukum Islam) dari beberapa kota yang mereka kuasai sejak memberontak melawan kekuasaan mantan Presiden Ali Abdullah Saleh.

(bbc/bbc)



  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%