detikcom
Minggu, 19/08/2012 19:41 WIB

Ini Cerita Lebaran Dahlan Iskan di Negeri 1001 Malam

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan merayakan hari raya Idul Fitri di luar Indonesia. Dia dan keluarganya merayakan Lebaran di Irak. Lalu bagaimana kisahnya?

Dahlan mengunjungi Irak dalam rangkaian perjalanan umroh bersama keluarga.

Ternyata perbedaan waktu Lebaran tak hanya terjadi di Indonesia. Berkebalikan dengan Indonesia, hari pertama bulan Ramadan di Irak berlangsung serempak. Di Irak, terdapat perbedaan waktu perayaan waktu Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah kali ini.

"Separuh Baghdad lebaran hari ini, separuh lagi besok. Perbedaan hari Lebaran juga terjadi di Irak," kata Dahlan Iskan kepada detikcom, Minggu (19/8/2012).

Dahlan menjelaskan, kelompok Islam Sunni merayakan Lebaran hari ini. Sedangkan kelompok Islam Syiah baru akan merayakan Lebaran besok.

"Kelompok Sunni lebaran hari ini, kelompok Syiah (baik aliran Sistani maupun Sadr) baru lebaran besok," papar Dahlan.

Dahlan Iskan sendiri merayakan Lebaran pada hari ini, mengikuti waktu perayaan Lebaran di Indonesia. "Salat Id saya lakukan di masjid tokoh sufi dunia masa lalu, Syekh Abdul Qadir Jailani di pusat kota Baghdad," tuturnya.

Usai Salat Id, Dahlan dan keluarganya makan pagi bersama dengan ulama utama kelompok Suni. Ulama itu adalah keturunan ke-17 dari Syek Abdul Qadir Jailani. Usai makan bersama, Dahlan kemudian mengunjungi Kantor Kedubes RI.

"Saya didampingi Syafzen Noerdin, Dubes RI di Irak dan staf. Usai makan pagi ala Arab di masjid Abdul Qadir Jailani kami makan lontong sayur di rumah / kantor kedubes RI," tutupnya.

(trq/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel