BBC Indonesia
Minggu, 19/08/2012 15:12 WIB

Ekuador didukung sekutunya dalam perselisihan dengan Inggris

BBCIndonesia.com - detikNews
Julian Assange

Julian Assange dua bulan lalu meminta perlindungan kedubes Ekuador di London.

Ekuador menerima banyak dukungan dari para sekutunya terkait sengketa diplomatik dengan Inggris sejak pendiri Wikileaks Julian Assange berlindung di kedutaan besar Ekuador di London.

Perselisihan diplomatik semakin runcing setelah Ekuador memberikan suaka politik untuk Julian Assange. Inggris membalas dengan tak menjanjikan keselamatan saat Assange akan meninggalkan negeri itu.

Namun, Ekuador kemudian meminta dukungan negara-negara yang tergabung dalam Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika (ALBA) pimpinan Venezuela.

Negara-negara anggota organisasi ini kemudian mengirimkan para menteri luar negerinya ke ibukota Quito untuk menyatakan dukungan diplomatik penuh untuk negara itu.

"Kami memperingatkan pemerintah Inggris yang akan menghadapi konsekuensi buruk jika merusak integritas teritorial Keduaan Besar Republik Ekuador di London," demikian isi pernyataan resmi ALBA yang dibacakan Menteri Luar Negeri Ekuador Nicolas Maduro.

Organisasi regional yang juga terdiri atas Bolivia, Kuba, Nikaragua dan sejumlah negara kecil Karibia itu mendukung kedaulatan Ekuador dalam memberikan suaka politik untuk Assange.

ALBA juga meminta dunia internasional mengutuk niat Inggris untuk menggunakan kekuatan demi menangkap Julian Assange.

Keinginan ini menangkap Assange secara paksa ini langsung disambut pernyataan keras dari Presiden Ekuador Rafael Correa.

"Selama saya menjadi presiden, Ekuador tak akan pernah menerima ancaman yang sangat vulgar, tak terbayangkan dan tak dapat ditoleransi seperti ini," ujar Correa.

"Kami tak akan menyerahkan kedaulatan kami. Kami menghormati semua orang dan kami selalu mengedepankan dialog, namun keputusan akhir tetap di tangan kami," tambah dia.

Beri pernyataan

Sementara itu, Julian Assange dikabarkan siap memberi pernyatan publik untuk pertama kalinya sejak dirinya mendapatkan suaka politik dari Ekuador.

Situs Wikileaks menulis sang pendiri akan memberikan pernyataan di luar Kedutaan Besar Ekuador yang selama ini menjadi tempatnya berlindung.

Tetapi sejauh ini belum diketahui bagaimana pernyataan itu akan diberikan. Apalagi pemerintah Inggris mengancam akan menangkap Assange begitu meninggalkan kedutaan besar.

Julian Assange, 41, pendiri situs wikileaks yang banyak membuat pemerintah di berbagai negara geram karena situs itu kerap membocorkan kawat-kawat diplomatik.

Assange masuk ke kedutaan besar Ekuador sekitar dua bulan lalu setelah Mahkamah Agung Inggris menolak permohonannya untuk membuka kembali permohonannya melawan ekstradisi ke Swedia.

Di negeri Skandinavia itu, Assange dituduk melakukan pemerkosaan. Namun, Assange khawatir Swedia akan menyerahkannya ke Amerika Serikat jika dia diekstradisi.

Sejumlah sumber yang dekat dengan Assange kepada The Sunday Times mengatakan Assange sebenarnya siap meninggalkan kedutaan besar jika Swedia berjanji tak akan mengekstradisinya ke Amerika Serikat.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel