Sabtu, 18/08/2012 20:53 WIB

Malam Takbiran, Monas Diramaikan Atraksi Debus

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Monas pada malam takbiran biasanya diramaikan oleh kumpulan warga Jakarta yang merayakan datangnya Idul Fitri dengan menggebuk bedug. Namun ada yang berbeda malam ini, Monas memang tetap ramai, namun dengan kegiatan berbeda, yaitu menonton berbagai atraksi yang disajikan.

Pantauan detikcom di halaman Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (18/8/2012) pukul 20.30 WIB, warga mulai berdatangan sejak pukul 19.30 WIB. Kebanyakan warga yang datang bersama keluarga menggunakan sepeda motor.

Halaman Monas sendiri seakan sudah bersiap menyambut warga yang berdatangan. Berbagai atraksi mulai dari sulap, kembang api, hingga debus digelar untuk menarik perhatian warga. Debus menjadi atraksi yang paling banyak menarik perhatian.

Selain berbagai atraksi, juga terdapat banyak pedagang yang berjualan. Barang dagangan yang dijajakan mulai dari pakaian hingga makanan.

Aksi pukul bedug yang menjadi ciri khas perayaan malam takbiran belum terlihat. Besar kemungkinan malah tak akan terlihat. Sebab, Polda Metro Jaya akan mengalihkan semua kendaraan yang beratributkan takbiran menjauh dari Monas.

Namun hingga saat ini pengalihan yang rencananya akan dilakukan dengan menutup jalan Medan Merdeka Selatan dan Barat belum dilaksanakan. Kendaraan masih dengan bebas melintas. Utamanya yang banyak terlihat adalah kendaraan roda dua.

(trq/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel