detikcom
Sabtu, 18/08/2012 19:53 WIB

Pasar di Banyumas Terbakar, Arus Para Pemudik Tersendat

Arbi Anugrah - detikNews
Banyumas - Sebuah pasar yang tepat berada di Perempatan Buntu, Banyumas, Jawa Tengah terbakar, Sabtu (18/08/2012). Alhasil situasi di perempatan yang mempertemukan antara kendaraan dari arah Bandung-Jakarta dan Semarang menjadi ruwet.

Pantauan detikcom di lapangan pada pukul 19.22 WIB, asap yang keluar dari kebakaran tersebut menyebabkan susana di sekitar menjadi semrawut. Para pemudik hanya bisa berjalan pelan sambil melihat kebakaran.

Pihak kepolisian pun kesulitan mengurai kemacetan dan para warga yang terus berdatangan untuk melihat kebakaran.

Listrik di sekitar lokasi terpaksa dipadamkan. Hingga kini api masih menyala dan 4 unit pemadam kebakan terus berusaha memadamkan api di Pasar Buntu karena bersebelahan dengan sebuah pom bensin.

(arb/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel